Bawaslu Ungkap Pentingnya Sosialisasi Pemilu untuk Disabilitas

KBRN, Pontianak : Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar Faisal Riza mengatakan, disabilitas menjadi satu diantara fokus dalam sosialisasi pemilu dan kepemiluan. Menurutnya, ada sejumlah hal yang kemudian dijadikan dasar mengapa disabilitas harus diberi porsi khusus. 

"Pertama, banyak sekali disabilitas yang belum tercover dalam daftar pemilih tetap atau DPT. Setelah kita lakukan review secara kualitatif dan kuantitatif, ada sebagian pemilih disabilitas yang belum masuk DPT karena data di Dukcapil tidak tersedia. Kemudian ada juga yang memang tidak terdaftar sebagai disabilitas," katanya, Minggu (3/7/2022). 

Kemudian yang kedua lanjut Faisal, terkait partisipasi pemilih dari kalangan disabilitas. Meski sudah masuk dalam DPT, namun ada persoalan yang menyebabkan tingkat partisipasi disabilitas ini rendah. 

"Ini beberapa kemungkinannya karena misalnya, akses ke tempat pemungutan suara (TPS), yang belum ramah untuk disabilitas, termasuk situasi TPS nya. Karena itu kita ingin pada pemilu nanti teman-teman disabilitas bisa hadir dan mengambil bagian dalam meningkatkan partisipasi mereka," jelasnya. 

Selain itu, Bawaslu juga ingn agar disabilitas memiliki pemahaman yang baik tentang sejumlah pelanggaran pemilu. Misalnya saja, politik uang atau money politik. 

"Teman-teman disabilitas ini kelompok yang rentan juga dalam tanda kutip, terhadap politik uang. Kita juga tentu ingin isu disabilitas ini terangkat dalam pemilu. Artinya, kepentingan mereka juga untuk didorong agar menjadi wacana publik, ketika semua orang sedang memperbincangkan soal pemilu," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, Faisal juga menyatakan jika Bawaslu secara kelembagaan membuka diri untuk melibatkan kelompok penyandang disabilitas berperan aktif dalam pengawasan pemilu. 

"Kita sangat terbuka, sepanjang syarat memenuhi. Kita tidak membedakan. Baik untuk pengawas permanen ataupun yang add hock," tutupnya. 

Dari 14 kabupaten kota di Provinsi Kalbar, sosialisasi pemilu dan kepemiluan untuk disabilitas hingga bulan Juni 2022, sudah berlangsung di 11 daerah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar