Calon Ketua PWNU Kalbar Harus Jelas Ideologi dan Rekam Jejaknya

KBRN, Pontianak : Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kalbar KH. Samadikun meminta Ketua PWNU Kalbar masa khidmat lima tahun ke depan dijabat oleh kader NU yang memiliki pemahaman benar sesuai ajaran Islam dan ideologi NU.

Samadikun, yang juga pernah menjabat sebagai Pengurus Pusat Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) masa khidmat 2010-2015 itu menolak jika ada calon Ketua PWNU Kalbar yang pernah tercemar ideologi tertentu. 

“Saya sebagai kader pejuang NU, sangat menolak kandidat Ketua PWNU Kalbar yang tercemar ideologi Jam’iyyatul Islamiyah atau JMI. Alasannya, saya dan jamaah NU KKU pernah dikacau dengan ajaran JMI ini. Kandidat tercemar ideologi ini sudah batal baiat NU-nya, karena sudah menjadi pemimpin JMI yang berbeda aqidah dengan NU,” tegasnya, sesuai rilis yang diterima RRI, Minggu (3/7/2022). 

Organisasi JMI ini lanjut Samadikun, tidak cocok ideologinya dengan NU. Sebagai bukti, berdasarkan berita website resmi NU, nu.or.id tanggal 3 November 2007, organisasi ini dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi. Justru, sosok pemimpin NU ke depan harusnya yang berlatarbelakang jelas, misalnya pernah menimba ilmu di pondok pesantren. 

“Wajib bagi kader NU yang benar-benar bermodalkan jebolan pesantren, kader militan NU, lama mengabdi, menjaga seluruh amaliyah tradisi annahdliyah yang layak dicalonkan. Tidak boleh ada terkontaminasi dengan ideologi sesat,” ungkap Samadikun, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Agro Barokatul Qodiri Kayong Utara. 

Samadikun juga meminta pelaksanaan Konferwil PWNU Kalbar harus berjalan sesuai jadwal dan waktu yang ditetapkan. Jangan ada lagi penundaan seperti sebelumnya. Semua kader NU harus berjuang terus mencari figur-figur yang pas sesuai kemajuan zaman. 

“Kepada pemilik suara di Konferwil, pilihlah kandidat yang benar-benar jelas rekam jejaknya untuk NU. Jangan pernah ada terkontaminasi dengan ideologi lain yang berseberangan dengan NU,” tutupnya.

PWNU Kalbar dijadwalkan menggelar Konferwil untuk memilih kepengurusan yang baru masa khidmat 2022-20227. Rencananya, gawe akbar warga Nahdhiyin itu berlangsung di pekan pertama atau kedua bulan Juli 2022.  Sejumlah nama muncul, yang digadang-gadang menjadi maju dalam Konferwil tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar