Ekosistem Gambut Penting & Genting Bagi Keberlanjutan Kehidupan

KBRN, Pontianak: Ekosistem gambut memiliki peran penting dan genting bagi keberlanjutan kehidupan. Kerusakan ekosistem gambut akan berdampak serius terhadap pemanasan global yang dapat memicu terjadinya krisis iklim.

Oleh karena itu sudah semestinya segenap pihak terutama pemerintah di semua jenjang melalui kebijakannya terus berupaya untuk memastikan ekosistem lahan basah ini tetap bisa terjaga dan terkelola serta dijauhkan dari potensi resiko yang dapat menyebabkan bencana bagi ekosistem maupun bagi kesehatan yang berdampak pada terganggunya hak atas lingkungan hidup.

Dalam konteks penyusunan regulasi berkaitan dengan tata kelola gambut, maka dokumen yang dihasilkan penting diekstrak dari situasi riil di lapangan.

“Yang berkaitan dengan berbagai potensi, resiko, situasi faktual yang terjadi,” ujar aktifis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalbar Hendrikus Adam di Pontianak, Selasa (28/6/2022) sore.

Adam mencontohkan upaya untuk melakukan pemulihan kerusakan ekosistem gambut sudah jelas secara regulasi dan telah ada lembaga yang dimandatkan untuk kerja-kerja pemulihan yaitu Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).  

Hasil pemantauan Walhi Kalbar terhadap 12 konsesi di Kabupaten Ketapang beberapa tahun lalu membuktikan tidak adanya upaya serius dalam pemulihan ekositem gambut.

“Padahal di dalam aturan memandatkan itu menjadi tanggungjawab perusahaan,” tegas Adam.

Kalau pun itu tidak dilakukan perusahaan, kata Adam, pemerintah bisa menetapkan pihak ketiga untuk melakukan pemulihan ekosistem gambut dengan biaya dibebankan kepada perusahaan.  

Hal tersebut, lanjut Adam, tertuang dalam Permen LHK P.16 tentang Pedoman Teknis Pemulihan Ekosistem Gambut yang mengatur Menteri, Pemerintah Daerah Provinsi atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya menetapkan pihak ketiga untuk melakukan pemulihan fungsi ekosistem gambut atas biaya yang ditanggung oleh penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan jika tidak dilakukan pemulihan setelah 30 hari sejak ditetapkan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar