Tanggapan Atas Makalah Syarief Abdullah Alkadrie Tentang Kesiapan Jaringan Infrastruktur Pasca Pemindahan IKN Ke Kaltim [1]

TANGGAPAN ATAS MAKALAH SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE TENTANG KESIAPAN JARINGAN INFRASTRUKTUR PASCA PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA KE PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

oleh Dr. Erdi, M.Si

Tenaga Ahli Ketua DPRD Provinsi Kalbar;

Dosen FISIP Universitas Tanjungpura

Disampaikan dalam rangka Kongres Borneo Raya “Mensikapi Ibu Kota Negara Nusantara di Pulau Borneo” yang diselenggarakan secara zoom pada 29 – 31 Mei 2022 berdasarkan permintaan panitia melalui surat No. 15/KBR/III/2022

  1. Sejarah Pemindahan Ibukota Negara Dunia Pemindahan ibu kota negara bukan hal yang baru bagi negara bangsa di dunia. Jauh sebelum terjadi di Indonesia, beberapa negara justru sudah lebih dulu melakukannya dan berhasil. Paling tidak sudah terdapat sebanyak 10 negara yang sukses memindahkan ibukota negaranya; diantaranya adalah:

(1) Kuala Lumpur ke Putrajaya-Malaysia;

(2) Yangon ke Naypyidaw-Myanmar;

(3) Melbourne ke Canberra-Australia;

(4) Delhi ke New Delhi-India;

(5) Karachi ke Islamabad-Pakistan;

(6) Winchester ke London-Inggris;

(7) St. Petersburg ke Moskow-Rusia;

(8) Rio de Janeiro ke Brasilia Brasil;

(9) Almaty ke Astana (Nursultan)-Republik Kazakhstan.

(10) New York ke Washington DC-Amerika Serikat; dan

(11) Jakarta ke Penajam, Kalimantan Timur, Indonesia.

Sebenarnya tidak ada yang aneh atas pemindahan ibukota negara itu. Rencana pemindahan ini memang sudah lama diwacanakan. Kisah pemindahan ibukota kita ini, telah diwacanakan Presiden Pertama RI, Bapak Ir. Soekarno; dan pemindaghan ibokota kita ini mirip dengan proses pemindahan New York ke Washington DC tahun 1800 di Amerika Serikat. Kini, Washington DC berkembang menjadi pusat pemerintahan yang dipenuhi oleh gedung, monumen atau bangunan bersejarah. Sementara New York menjadi kota bisnis dan budaya. Tampaknya, Indonesia ingin menjadikan Washington DC dan New York sebagai sister city dalam kasus pemindahan ibukota negara.

Soal ibukota negara harus dipindahkan dari Jakarta ke Penajam; kota yang lebih tengah (center) merupakan keputusan yang sangat tepat. Kondisi Jakarta yang sudah tidak nyaman lagi, sumpek, sering banjir, banyak Page | 2 kelompok pengganggu keamanan yang gagah-gagahan, sarang bagi gepeng dan pengemis dan seterusnya akan sulit dinihilkan.

Ketika ibukota baru pengganti Jakarta telah ditetapkan pemerintah, pasti akan ada pengerahan sumberdaya ke ibukota negara yang baru itu. Negara ini jangan lagi mengulang kelam Jakarta yang menjadi kota tujuan migrasi bagi kelompok penganggur, pedagang asongan dan kaum pencari kerja lainnya. Bilamana di ibukota baru nanti, hal-hal semacam ini tidak dapat diantisipasi; mending tidak ada pemindahan ibukota. Jadi, saya berfikirnya ibukota negara baru di Penajam haruslah memiliki sesuatu yang spektakuler dalam kebudayaan, sejarah dan ilmu pengetahuan.

Ibukota baru Penajam, selain didesain dengan ketat untuk warga pendatang yang hendak menetap, daerah itu juga dipastikan memiliki tanah negara yang cukup, bebas dari bencana (banjir, kebakaran, kekeringan, dan gempa), kriteria system keamanan dan pertahanan terpenuhi (keamanan laut, darat, dan udara) diantaranya bukan daerah perbatasan darat, mempunyai cadangan air yang cukup untuk 150 sd 200 tahun ke depan, dan pengembangan untuk penyediaan pelayanan transportasi (bandar udara dan pelabuhan) tersedia, serta adanya kota sebagai ruang pengembangan kota penyangga. Pasca penetapan Penajam sebagai lokasi Ibukota Negara, maka Kalbar, Kalsel dan Kaltara tidak hanya merelakan diri untuk tidak terpilih, tetapi akan siap menjadi kota penyangga bagi ibukota negara yang baru itu.

Dampak positif yang akan diterima oleh Kalbar, Kalsel, Kalteng dan Kaltara sebagai kota setelit ibukota negara antara lain adalah pusat pertumbuhan ekonomi melebihi rata-rata nasional, terkoreksinya berbagai layanan public menjadi lebih baik, terbangunnya banyak jalan koneksi, pertumbuhan desa mandiri semakin cepat dan meroketnya pertumbuhan sain dan teknologi (PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia, Persero. 20161). Masih banyak lagi dan kesemua pasti menguntungkan daerah sekitar ibukota negara.

1 PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia. 2016. Continously Supproting Infrastructure Development in Indonesia. PII, Jakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar