Anggota Komisi I DPR RI Krisantus Kurniawan Perjuangkan Pembangunan Unhan di Kalbar

KBRN, Pontianak: Anggota Komisi I DPR RI Krisantus Kurniawan menginisiasi pembangunan Universitas Pertahanan (Unhan) di Kalimantan Barat. Alasannya letak strategis Kalimantan Barat yang berbatasan dengan negara Malaysia.

“Tentu kalau kita lihat dari aspek pertahanan, karena berbatasan langsung darat dengan negara lain harus menjadi prioritas,” kata Krisantus via seluler, Kamis (26/5/2022) malam.

Prioritas yang dimaksud Krisantus, juga mencakup pengamaman perbatasan, infrastruktur perbatasan, alutsista, penguatan teknologi, hingga kesejahteraan prajurit yang menjaga garis perbatasan antar negara.

Dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia/SDM, ia akan memperjuangkan agar Kalimantan Barat menjadi prioritas Kementerian Pertahanan dengan membangun Kampus Unhan.

“Minimal Diploma III,” ujar legislator PDI-P ini.

Dengan demikian, putra-putri yang nota bene berasal dari wilayah perbatasan bisa menimba ilmu di Unhan, yang pada akhirnya semangat bela negara, semangat kebangsaan menjadi kuat di hati sanubari mereka.

Sejauh ini, lanjut Krisantus usulan tersebut memang belum disampaikan di Komisi I. Namun, tak lama lagi Komisi I akan mengadakan rapat dengar pendapat/RDP dengan Menteri Pertahanan. Pada saat itulah, ia akan menyampaikan langsung kepada Menteri Pertahanan.  

Sebelumnya hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan SDM terutama di Kalimantan Barat sudah sering disampaikan ke Menteri Pertahanan.

“Termasuk penerimaan Bintara, Tamtama maupun Akademi Milter,” ungkap legislator Dapil Kalimantan Barat ini.

Bukan bermaksud kedaerahan, sambung Krisantus, tapi dalam kerangka otonomi daerah, serta sebagai daerah perbatasan sudah selayaknya menjadi prioritas. Apalagi pemerintah pusat juga berencana membangun Kampus D III Unhan di sejumlah provinsi.

“Karena Kalimantan Barat ini adalah daerah perbatasan saya yakin dan percaya akan menjadi prioritas Kementerian Pertahanan,” terang Krisantus.

Belum lama ini, Kementerian Pertahanan telah membangun Politeknik Ben Mboi Unhan di Kabupaten Belu, NTT. Pembangunan Kampus Pertahanan di provinsi yang berbatasan dengan negara Timor Leste ini merupakan satu diantara upaya mewujudkan pengembangan potensi sumberdaya pertahanan di bidang pendidikan melalui pembangunan SDM yang tangguh di wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan NKRI.

Krisantus yakin jika kampus serupa dibangun di Kalimantan Barat dan provinsi lain akan terjadi pemerataan pembangunan SDM di daerah.

“Selain itu tidak dapat dipungkiri garis batas terpanjang antarnegara itu ada di pulau Kalimantan,” tambahnya.

Dalam kerangka pertahanan negara, hal ini perlu diwaspadai. Terlebih di Kalimantan Barat masih ada sekitar 300 kilometer yang blankspot, sehingga menuntut perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk memperkuat pertahanan.

Selanjutnya Krisantus menyampaikan agenda Komisi I DPR RI dalam waktu dekat adalah kunjungan kerja spesifik ke Kalimantan Barat. Kemungkinan awal bulan depan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar