Pidato Radio Gubernur KDH TK I Kalbar Sambut 1 Januari 1978

Pidato Radio Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Barat Dalam Rangka Menyambut Hari Pemerintahan Propinsi Daerah TK. I Kalbar ke-XXI, TGL. 1 Januari 1978.

Para Pendengar yang saya muliakan,

Dan seluruh aparatur pemerintahan pada semua tingkat organisasi Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang saya cintai.

Berkenaan dengan Peringatan Hari Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang ke-XXI, melalui Radio Republik Indonesia Station Pontianak, saya ingin menyampaikan sepatah dua patah kata yang saya tujukan kepada seluruh anggota masyarakat di Daerah Kalimantan Barat ini pada umumnya dan khususnya kepada segenap aparatur pemerintahan pada semua tingkat organisasi Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kaimantan Barat dimanapun mereka ditempat tugaskan.

Pertama-tama marilah kita pada kesempatan yang berbahagia ini memanjatkan puji dan syukur kita yang tulus kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, thaufik serta hidayahNya sehingga kita dapat memperingati Hari Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang ke-XXI ini yang jatuh bersamaan waktu dengan Tahun Baru 1978 yang sebentar lagi, Insya Allah, akan kita masuki secara bersama-sama.

Saudara-saudara Pendengar yang saya muliakan,

Sudah merupakan tradisi bagi kita untuk pada setiap hari besar menyelenggarakan serangkaian acara guna memperingatinya. Namun demikian, hendaklah menjadi kesadaran kita bersama bahwa pada hakekatnya setiap saat yang menandai sesuatu tahun kehidupan sesuatu Lembaga adalah merupakan “milestone”, tempat kita berhenti sejenak untuk melihat kembali kebelakang pada masa lampau yang telah kita jalani, mengambil pelajaran-pelajaran daripadanya, membuat stock opname dalam rangka menilai hasil-hasil karya yang telah dilakukan serta meletakkan garis perjuangan bagi masa mendatang.

Bertolak dari kesadaran yang demikian itu, kiranya kita akan sependapat bahwa arti penting suatu peringatan sama sekali tidak ditentukan oleh upacara-upacara secara lahiriah, melainkan terutama ditentukan oleh semangat, sikap, dan perbuatan warga yang memperingati hari yang bersangkutan. Kita tidak hanya sekedar memperingati “hari” atau sesuatu “tanggal” tanpa arti, melainkan harus memiliki tekad dan kemampuan untuk menggali kembali semangat dan jiwa yang terkandung didalamnya untuk kemudian kita amalkan dalam perbuatan kita secara nyata.

Bukanlah maksud saya untuk mempergunakan kesempatan ini mengemukakan sebuah uraian yang mendalam tentang apa arti Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat itu, karena saya yakin bahwa Saudara-saudara telah mengikuti uraian-uraian sebelumnya yang juga disampaikan melalui siaran RRI Studio Pontianak ini terutama mengenai Sejarah Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat serta upaya-upaya yang telah diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di Daerah Kalimantan Barat ini khususnya dalam 1977/1978.    

Tetapi adalah merupakan keinginan saya untuk pada saat-saat yang berbahagia ini mengungkapkan sekedar bahan renungan yang kiranya dapat menempatkan peringatan yang kita selenggarakan ini pada proporsi yang seharusnya sebagaimana yang telah saya kemukakan diatas tadi. 

Saudara Pendengar yang saya hormati,

Jika kita telusuri proses yang telah merupakan proloog-nya, maka akan sampailah kita kepada pangkal bertolak pada kesimpulan yang hakiki bahwa dari segi prosesnya, maka kelahiran Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat ini merupakan produk sejarah pertumbuhan dan perkembangan dalam rangka ketata-negaraan kita, sedangkan dari segi konsepsionalnya ia merupakan perwujudan hasrat seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang dilandaskan kepada pandangan, tekad, dan kegiatan kerja sebagai sumbangan bhakti yang hendak menjamin adanya wadah dan perangkat sekaligus, yang berwibawa, stabil, adil dan bijaksana yakni mempertahankan secara mutlak berdirinya Negara Kesatuan atas dasar falsafah negara Pancasila serta kemurnian Undang-undang Dasar 1945, serta meningkatkan pengayoman dan mempertinggi tingkat kesejahteraan rakyat.

Kesimpulan yang demikian itu menunjukkan kepada kita semangat dan jiwa yang bagaimanakah yang sebenarnya terkandung dalam kelahiran Pemerintah Propinsi Daerah Kalimantan Barat yang pada setiap 1 Januari kita peringati.       

Semangat dan jiwa tersebut yang bermuara secara lebih sempurna dalam Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara dan yang dilaksanakan lebih lanjut sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang No.5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di daerah, mewujudkan dirinya dalam prinsip otonomi yang nyata dan bertanggungjawab.

Pancaran jiwa dan semangat yang terkandung dalam kelahiran Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat tersebut dalam proses penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di Daerah ini dalam batas-batas tertentu telah memungkinkan kita meraih titik-titik cerah yang merupakan landasan kerja bagi masa mendatang, antara lain :

  1. Dalam rangka menunjang aspirasi perjuangan, yakni memperkokoh Negara Kesatuan dan mempertinggi tingkat kesejahteraan Rakyat, kita merasakan kestabilan kepemimpinan di Daerah sebagai penyalur Kepemimpinan Nasional sampai ke Kampung-kampung.

Jelas-jelas tidak menggejala aspirasi kedaerahan yang ekstrim dalam bentuk cetusan rasa kedaerahan sehingga stabilitas politik tercermin dalam stabilitas sosial yang memungkinkan pelaksanaan pembangunan yang teratur dan karenanya dapat dirasakan oleh rakyat segala hasilnya sebagai peningkatan kesejahteraan yang nyata.

  1. Otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab berhasil pula membawa kemajuan dan perbaikan dalam pelaksanaan pemerintahan daerah pada umumnya.

Hanya dalam hal ini perlu kita catat bahwa hasil perbaikan dan kesempurnaan itu selalu dirasakan sebagai sesuatu yang sangat lamban adanya, karena terbawa oleh latar belakang sejarah pertumbuhan Daerah ini sendiri yang mengharuskan kita untuk bergulat dengan usaha-usaha perbaikan dan penyempurnaan di semua bidang, juga dikarenakan semakin luas dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat kemajuan-kemajuan yang telah kita capai.

Dalam kebanyakan hal, usaha-usaha yang harus kita laksanakan bukan hanya terbatas pada penyempurnaan dan perbaikan saja tetapi lebih jauh dari itu lagi kita dihadapkan kepada satu-satunya alternatif yakni “menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada”.

  1. Pelaksanaan azas Desentralisasi bersama-sama dengan azas Dekonsentrasi dengan kemungkinan pelakanaan tugas pembantuan, telah menghasilkan manfaat-manfaat yang nyata dalam pemerintahan di Daerah.

Sistim koordinasi pemerintahan dirasakan semakin erat dan semakin mantap, demikian pula halnya dengan penyelenggaraan pembangunan yang berpusat pada fungsi Kepala Wilayah sebagai Administrator Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.

Semakin berfungsinya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memungkinkan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi yang lebih mendasar dan efektif.   

Dari evaluasi singkat tersebut akan semakin jelaslah kiranya bahwa kelahiran Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat ini merupakan perwujudan aspirasi masyarakat daerah untuk ikut serta dalam menyelenggarakan pemerintahan. Oleh karena itulah maka kebijaksanaan Desentralisasi itu sering dikaitkan orang-orang dengan masyarakat yang bersangkutan, terutama dengan kematangannya dalam politik atau “politieke rijpheid” dimaksud, yakni dengan mengembangkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam pemerintahan, mengembangkan kesediaan masyarakat untuk menempatkan kepentingan pribadi, golongan dan Daerah dibawah kepentingan umum, kepentingan Nasional serta menghidupkan keinginan inisiatifnya untuk memajukan Daerah dalam kerangka wawasan Nusantara.

Dengan demikian dapatlah kita tarik sebuah kesimpulan yang sederhana, tetapi mendasar, yakni Otonomi Daerah lebih mengutamakan keserasian dengan tujuannya disamping aspek pendemokrasian, yakni bahwa aspirasi rakyat dapat ditampung dalam jalur konstitusionil yang berlaku dan diarahkan atau diabdikan kepada tujuannya, yaitu PEMBANGUNAN.

Oleh sebab itu, pendemokrasian tidak cenderung pada makna “verpolitisering” pendemokrasian tidak hanya sekedar memperagakan kulitnya demokrasi saja tetapi justeru untuk membawakan makna yang lebih hakiki yaitu melaksanakan pembangunan yang mensejahterakan rakyat dan meningkatkan harkat, martabat dan derajad bangsa.

Saudara-saudara Pendengar yang saya muliakan,     

Kembali kepada keinginan untuk menempatkan Peringatan Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang ke-XXI ini pada tujuan yang seharusnya sebagaimana telah saya kemukakan diatas tadi, maka seyogyanyalah manakala semangat dan jiwa yang menandai kelahiran Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat tersebut kita jadikan ukuran obyektif dalam usaha mawas diri demi usaha memperbaiki diri sendiri atas dasar kejujuran, keikhlasan dan kesadaran.

Mawas diri sedemikian itu sengaja saya ungkapkan pada kesempatan yang berbagahagia ini, lebih-lebih kita pada saat ini sedang memasuki PERIODE UJIAN dimana sebagai “insan orde pembangunan” harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan nasional kita demi suksesnya Sidang Umum MPR hasil Pemilihan Umum 1977 yang lalu.     

Kita semua tentu menyadari bahwa rakyat kita sudah gandrung akan adanya ketenteraman lahir dan bathin, gandrung akan berlakunya keadilan dan ingin segera bebas akan segala bentuk penderitaan yang disebabkan oleh pertentangan faham yang berada di luar jalur konstitusi mengenai cara pencapaian tujuan negara.

Justeru hasil mawas diri tersebut diharapkan dapat memperkuat tekad, semangat dan kemampuan kita untuk membuktikan karya nyata mensejahterakan kehidupan dalam rangka pencapaian tujuan Negara tersebut. Untuk itu semua, marilah kita selalu berpegang kepada pedoman sebagai berikut :

  1. Berpegang teguhlah pada dasar dan tujuan menegakkan Orde Baru.
  2. Pelihara persatuan dan kesatuan antara sesama kekuatan Orde Baru.
  3. Beranilah selalu melihat kenyataan dan mengatasi kesulitan, baik kenyataan yang pahit maupun kenyataan yang manis.
  4. Akhirnya dengan berpegang yang saya maksudkan diatas, upayakanlah untuk selalu mengarahkan segenap warga masyarakat untuk itu [ikut] mengambil bagian yang aktif dan positif dalam pelaksanaan pembangunan.

Saudara-saudara Pendengar yang saya cintai,

Demikianlah sekedar bahan renungan yang ingin saya sampaikan kepada Saudara-saudara pada saat yang berbahagia ini.

Secara jujur tentunya kita rasakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang besok akan mencapai usianya ke-21 tahun tersebut telah banyak yang kita perbuat dan prestasi yang telah kita capai.

Hal yang demikian itu hanya mungkin diraih berkat amal bhakti kita semuanya yang didasarkan kepada saling pengertian dan partisipasi segenap warga masyarakat di daerah ini seluruhnya.

Karena itu, pada tempatnyalah selaku Gubernur Kepala Daerah menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Namun pada waktu yang bersamaan, kita juga menyadari bahwa masih banyak lagi pekerjaan besar yang harus kita lakukan, masih banyak hambatan-hambatan yang harus kita atasi.

Saya yakin bahwa jika setiap kita ini bertekad untuk menjadikan diri sebagai “insan orde pembangunan” yang kreatif, aktif serta konstruktif dalam menyelenggarakan program pembangunan, maka dengan terbinanya suasana umum yang dapat merangsang kegairahan bekerja masyarakat diatas landasan yang sehat dengan dibarengi upaya tetap memelihara stabilitasi politik, maka segala hambatan dan kekurangan yang masih harus kita hadapi itu akan dapat kita atasi satu demi satu sesuai dengan skala prioritasnya.

Saudara-saudara Pendengar,

Sampailah saya pada akhir sambutan ini.

Saya sampaikan “Selamat merayakan Peringatan Hari Pemerintahan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang ke-XXI, diiringi do`a dan pengharapan semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk melanjutkan perjuangan dan pembangunan demi peningkatan taraf hidup rakyat kita.   

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 1 Januari 1978, dengan iringan do`a semoga Tuhan selalu melimpahkan rakhmat, taufik dan hidayahNya atas diri kita sekalian.

Terima kasih          

Pontianak, 31 Desember 1977

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I

                                                     KALIMANTAN BARAT

                                                              ttd.

SOEDJIMAN

         

Sumber: SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN BARAT 1957 S/D 1977

PANITIA PERINGATAN HARI PEMERINTAHAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I KALIMANTAN BARAT KE-XXI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar