Gubernur Sutarmidji Pesankan Ini Kepada Bupati Sambas Definitif

KBRN, Pontianak: Usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Sambas Definitif, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menitipkan pesan kepada Satono-Fahrur Rofi agar memfokuskan beberapa hal yang menjadi perhatian publik, antara lain seperti percepatan penanganan Covid 19, dimana saat ini Sambas masuk dalam kategori Orange.

Kemudian, open bidding pejabat eselon, dimana masih banyak dinas-dinas yang di kepalai oleh Pj, dan selanjutnya mengenai sektor pariwisata di Kabupaten Sambas yang mesti harus di genjot lagi.

“Kemudian, bupati segera ambil langkah-langkah, karena jabatannya tidak sampai lima tahun. di sambas itu banyak dinas-dinas itu PJ bukan definitif. ada 8 atau 9. Bupati jangan tunggu 6 bulan, minta izin pada Mendagri untuk melakukan open bidding terhadap dinas yang PJ itu. karena efektivitas anggaran nantinya tidak bagus,” ujarnya Senin (14/06/2021).

Masih mengenai Covid 19 di Sambas, gubernur berharap, Pemerintah Kabupaten Sambas dengan cakupan yang luas hingga perbatasan di bawah kepemimpinan Satono-Fahrur Rofi memperhatikan aspek tersebut. Mengingat, untuk tingkat keterjangkitan Sambas masih terbilang cukup tinggi. Kendat, jumlah viral load rendah atau CT-nya tinggi. Akan tetapi Bed Of Ratio (BOR) sudah terisi sekitar 42 persen lebih.

“Yang paling tinggi itu Pontianak sudah lebih dari 70 persen. Saya harap ini jadi perhatian bagi Sambas, apalagi wilayahnya sangat luas, kemudian wilayah perbatasan. Kalau perbatasan kita yang tangani, tapi mereka (Pemkab Sambas) juga harus melakukan tracing dan testing sebanyaknya supaya kita bisa memisahkan orang yang positif dan negatif,” pintanya.

Di tempat yang sama Bupati Sambas Satono didampingi Wakil Bupati Fahrur Rofi mengemukakan, jika pihaknya tidak memakai konsep program 100 hari kerja, akan tetapi siap tancap gas menjalankan program dan sejumlah pekerjaan rumah yang sudah menunggu pasca di lantik sebagai pejabat definitif.

“Insya allah, kalau kita serius, 3,5 tahun sudah lumayan. Apa artinya 5 atau 10 tahun kalau tidak serius. Kita tidak ada istilah 100 hari kerja atau sebagainya. Kita langsung tancap gas habis pelantikan. Karena di depan mata banyak PR kita kedepan, terutama penanganan covid fokus kami berdua, bagaimana melandaikan angka kasus,” jelasnya.

Terkait arahan Gubernur Sutarmidji, Sambas termasuk daerah yang cukup banyak potensi, baik di sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Selain itu, wisata juga termasuk luar biasa, seperti di Temajuk, dengan keindahan pantainya. Kemudian Jawai, Pemangkat, serta danau alami di Sebedang.  Ditambah pula, potensi Lumbung Beras Sambas yang diharapkan dapat di maksimalkan.

“Insya Allah mudah-mudahan, kedepan kita bisa bagaimana merumuskan potensi lokal, wisata, pertanian yang notabene sambas ini adalah lumbung beras, Insya Allah kita maksimalkan. Kita akan siapkan grand desain pariwisata Sambas, sehingga kita membangun wisata tidak sembarangan, teratur, ada konsep yang kita buat,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00