Amankan Aset, Pemprop Kalbar Bakal Tata TMP Dharma Patria Jaya

KBRN, Pontianak: Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat berencana akan melakukan penataan kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Patria Jaya yang terletak di Jalan Adi Sucipto Kabupaten Kuburaya. Mengingat, di lahan tersebut di tengarai sudah mulai dibangun rumah warga, sehingga pemerintah berkeinginan untuk mengamankan aset yang menjadi kewenangan Pemprop Kalbar agar tidak terjadi permasalahan.

“Sebelumnya penataan sudah pernah dilakukan pada awal tahun lalu. Sementara untuk tahun ini tidak dianggarkan, tahun depan bakal dianggarkan juga untuk daerah lain. Karena di lahan ini udah ada yang mulai bangun rumah, makanya kita akan amankan,” ungkapnya Selasa (26/01/2021).

Sementara itu, dikonfirmasi Wakil Bupati Kuburaya Sujiwo mengemukakan, kendati penataan kawasan TMP Dharma Patria Jaya ini merupakan kewenangan propinsi, namun pihaknya menyatakan kesiapan, apabila kabupaten kota dilibatkan untuk melaksanakan pemugaran.

“Saya yakin kita siap, saya akan sampaikan kepada pak bupati. Saya yakin beliau bersedia. Apalagi, ini berada di wilayah Kuburaya, pak gubernur meminta pemkab berpartisisi dalam hal pemugaran, kita akan sama-samak laksanakan,” ujarnya.

Dari sektor pariwisata, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Propinsi Kalbar Windy Prihastari mengatakan, penataan kawasan TMP Dharma Patria Jaya agar terlihat rapi dan indah, tentu akan menjadi daya tarik dan menambah destinasi wisata di Kalbar. Dimana, diharapkan dapat menarik pengunjung atau wisatawan terutama kalangan pelajar guna menikmati Wisata Sejarah.

“Bisa jadi wisata sejarah, kita ingin sampaikan kepada masyarakat khususnya kalangan pelajar mulai SD hingga SMA bahwa ini adalah tempat bersejarah dan mereka harus tahu,” jelasnya.

Lebih lanjut Windy mengutarakan, penataan kawasan TMP Dharma Patria Jaya akan semakin menarik, tentu perlu dilibatkan pihak lain terutama dari Kabupaten Kuburaya dalam hal pengelolaan destinasi wisata sejarah yang baru tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00