Disdikbud Kubu Raya Ajak Guru dan Kepsek Siapkan Belajar Tatap Muka

KBRN, Kubu Raya : Pasca diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Agama RI, dan Menteri Kesehatan RI) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Muhammad Ayub mengharapkan semua pihak, baik sekolah, guru kepala sekolah dan aktivis pendidikan mapun masyarakat serta Dinas Pendidikan untuk bersama-sama bersinergi dan menyiapkan diri dalam menghadapi proses belajar mengajar tatap muka ini. 

“Dengan dimulai pembelajaran tatap muka pada awal Januari 2021, tentu kita tidak bisa memaksimalkan seperti saat-saat situasi normal dan tentu saja pembelajaran tatap muka ini harus ada pembatasan-pembatasan, baik durasi jam belajar, pembatasan menjaga jarak dan pembatasan bergaul di lingkungan sekolah. Pada hakikatnya hal ini harus dilakukan dengan persiapan-persiapan yang sudah ditetapkan dalam protokol kesehatan”, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Muhammad Ayub usai menghadiri upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75 di aula kantor bupati, Rabu (25/11/2020).  

Ayub juga mengajak semua pihak PGRI, Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Gugus serta Seluruh aktivitas pendidikan hingga ke orang tua siswa untuk bersama-sama menyiapkan diri menyongsong pembelajaran tatap muka ini dengan kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Kesiapan tiap-tiap sekolah kita mengacu kepada bagaimana standar-standar yang sudah ditetapkan. Untuk mendukung semua ini, kita juga sudah menyiapkan aplikasi Google Formulir, yeng berfungsi untuk aplikasi semua sekolah melalui Kepala Sekolahnya atau mengisi daftar checklist tentang kesiapan setiap sekolah. Kita akan memantau terus perkembangannya, sehingga dari daftar checklist ini kita bisa melihat sejauh mana kesiapan tiap-tiap sekolah ketika mereka sudah menyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka”, jelasnya.

Ayub menutukan, pihaknya akan malakukan survei ke lapangan guna memastikan di sekolah itu memang sudah siap. Selain itu, kita harus memulai dari wilayah pinggir, yang mana sebelum terbit SKB empat menteri inipun dalam surat edaran yang lama itu sebenarnya untuk pulau-pulau terpisah itu diperkenankan tetap muka karena di pulau-pulau terpisah itu zona Covidnya itu bisa ditentukan oleh daerah.

“Kalau wilayah-wilayah reguler itu zona Covidnya ditentukan oleh pemerintah pusat, tentu kita akan mulai dari pinggir. Jika dari pinggir ini sudah kita mulai, maka sedikit demi sedikit kita akan melakukannya pusat kota Kubu Ray”, tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera menyampaikan kepada sekolah agar memenuhi beberapa persyaratan dengan menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan layak, adanya sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan disinfektan. Selain itu sekolah juga diminta untuk mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan dan menerapkan wajib masker kepada siswa, memiliki thermo gun, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komorbid tidak terkontrol, tidak memiliki akses terhadap transportasi yang aman, hingga memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko COVID-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

"Untuk mencegah penularan, kita minta sekolah untuk benar-benar menerapkan protokolkesehata baru dengan ketat di sekolah," katanya.

Muda mengatakan, pihaknya juga sudah ingin memberlakukan kegiatan belajar mengajar sejak beberapa waktu lalu. Namun, karena situasi pandemi COVID-19 yang masih terjadi dan dinamika dilapangan yang terus berkembang membuat pihaknya kembali mengundurkan rencana kegiatan tatap muka di sekolah.

"Kadang-kadang fenomena seperti ini bercampur aduk dengan hal-hal yang belum tentu sama dalam cara pandang kita melihat segala sesuatu. Untuk itu, saya minta kepada dinas pendidikan untuk mulai mempersiapkan kegiatan tatap muka di sekolah itu mulai dari sekarang," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00