Amati Gerhana Matahari Sebagian, Lapan Pontianak Gandeng Lajnah Falakiah Pesantren Dan Komunitas Fotografi

KBRN, Pontianak: Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Pontianak Minggu (21/06/2020) menggelar Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian dengan menggandeng Lajnah Falakiah Islakal (Ikatan Santri Lanbulan Kalbar) bersama komunitas Pontianak Fotografi (Pontianak Photographer Community) di pusatkan di Pelabuhan PLTU Jungkat Kabupaten Mempawah.

Suraina, S. Si. Peneliti Ahli Pertama di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pontianak mengemukakan, fenomena alam yang terjadi pada hari ini merupakan Gerhana Matahari Cincin, namun tidak melintasi wilayah Indonesia, dan hanya bisa disaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) termasuk dibeberapa wilayah kabupaten kota di Kalbar.

Dikatakan Suraina, GMS akan berlangsung selama kurang lebih 1 Jam 46 menit 22,3 detik, dimana di mulai sekitar Pukul 14.18 WIB, puncak gerhana di perkirakan terjadi Pukul 15.15 WIB dan kontak akhir terjadi pada Pukul 16.05 WIB.

“Fase gerhana di mulai pukul 2 siang ini dan berakhir di pukul 4 sore lewat 5 menit. Proses maksimumnya terjadi sekitar pukul 3 sore lewat 5 menit waktu Indonesia Barat,” ungkapnya saat dihubungi melalui WA.

Dipilihnya Pelabuhan PLTU Jungkat sebagai lokasi observasi GMS kali ini diutarakan Suraina, karena wilayah Jungkat berada bagian Utara. Menurutnya berdasarkan pengamatan semakin ke Utara, hasil amatan gerhana akan semakin jelas. Sebaliknya jika semakin ke Selatan, akan sulit sekali mengamati GMS, karena bagian  matahari yang tertutup hanya tampak beberapa persen saja, bahkan tidak tampak sama sekali.

“Jadi kita  mencari lokasi yang paling ideal untuk mendapatkan hasil amatan sebagus mungkin. Apalagi di daerah Jungkat ini, matahari yang tertutup itu bisa mencapai 9,89 persen itu yang menurut kita terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Tim Observasi dari Lajnah Falakiyah Islakal (Ikatan Santri Lanbulan Kalbar) Salam mengungkapkan, pihaknya turut ambil bagian dalam pengamatan GMS kali ini. Dimana, hasil amatan yang dilakukan akan dicocokan dengan hasil perhitungan dari Falakiah yang di pelajari di pesantren.

“Kita juga amati sampai uruq dan sekaligus melakukan pengamatan rukyatul hilal,”imbuhnya.

Salam berharap, pengamatan bisa berjalan lancar dan hasilnya (GMS) bisa terlihat jelas hingga pertengahan gerhana. Namun, dirinya cukup khawatir GMS bisa terlihat jelas pada akhir gerhana, pasalnya di atas ufuk sekitar 15 derajat, awan terlihat cukup tebal.

“Hasil amatan ini juga akan kami kirim ke pusat, Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan Sampang Madura, khusus Falakial Pesantren,”tuntasnya.

Sejak berita ini diturunkan, pihak BPAA Lapan Pontianak bersama lembaga falakiah pesantren dan komunitas fotografi Pontianak sejak pagi tadi bersiap-siap melakukan pengamatan dengan memasang peralatan observasi berupa teleskop filter cahaya. Pihak BPAA Lapan sendiri menyiapkan 2 unit Teleskop. Pengamatan bisa di saksikan langsung melalui Live Streaming IG lapanpontianak dan kanal Youtube bpaa Pontianak.

BPAA Lapan Pontianak juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam  pengamatannya sekaligus Sholat Gerhana terbatas untuk tim pada puncak gerhana Pukul 15.15 WIB.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00