Sambut Malam Lebaran Tanpa Festival, Warga Tetap Sulut Meriam Karbit

KBRN,  Pontianak: Sudah menjadi tradisi setiap menyambut malam 1 Syawal, bagi warga tepian Sungai Kapuas, dengan membunyikan meriam karbit. Dentuman suara meriam saling bersahut sahutan. Namun, ada yang kurang meriah, dimana suasana malam takbiran menyambut 1 Sawal 1441 H kali ini berbeda dibandingkan malam Idul Fitri di tahun sebelumnya. Meriam Karbit berukuran panjang hingga 6 meter tersebut untuk sementara, tidak di ikutsertakan dalam Festival. 

Pemerintah Kota Pontianak mengambil kebijakan meniadakan festival tersebut, karena untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, yang masih melanda. Pemerintah setempat tidak dapat menjamin dan mengambil resiko, jika festival tetap diadakan, penularan  COVID 19 ke orang banyak akan jauh lebih besar.

Meski ditiadakan, namun warga tepian sungai tampak semangat menyambut malam lebaran dengan membunyikan meriam karbit walau suasana tidak semeriah tahun lalu. 

“Meriam karbit ini tidak dibuka untuk umum dan hanya dimainkan sekitar sinik jak bang. Kalau suasana malam lebaran Idul Fitri kali ini jauh sekali berbeda dengan tahun lalu. Biasanya,  sehabis magrib atau Isya warga yang ingin menonton meriam karbit sudah mulai ramai. Tapi,  kali ini jauh lebih sepi,”ungkap Aji Miftah satu diantara pemain meriam karbit Sabtu (23/5).

Senada diungkapkan Fitria warga Jalan Abu Naim tepian Jembatan Kapuas 1, suasana malam takbiran tahun ini jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya meriam karbit di festivalkan,  dengan menilai kekompakan,  kekuatan Suara dan dekorasi.  Namun,  yang tampak saat ini hanya sekedarnya tapi tidak meninggalkan tradisi budaya.

“Kalau saya lihat siy bang, memang  jauh berbeda. Karena kalau festival kan ada yang di lombakan baik itu kekompakan, kekuatan suara dan dekorasi. Tapi, yang tampak ini, sekedarnya jak, tapi dak meninggalkan nilai budayanya,”ujarnya.

Bagi Aji maupun Fitria, pandemi COVID 19 ini segera berakhir dan kondisi kembali normal braktifitas seperti sediakala. Dengan adanya covid ini menurut mahasiswi Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak ini, warga harus lebih waspada selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. 

“Saya rasa dengan adanya COVID 19 ini, masyarakat jadi awarnes, kemudian terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan pakai sabun, itu siy,”pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00