Lomba Menulis Surat ke Bupati Kubu Raya Juga Dilaksanakan Menteri Pendidikan, Muda: Ini Kesempatan Bagi Siswa Ikuti Ajang Serupa

KBRN, Kubu Raya: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi besarnya minat siswa mengikuti lomba menulis surat ke Bupati dan membacakannya yang mencapai sebanyak 1803 peserta dari tingkat SD hingga SMA se-Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar). Terlebih, saat ini lomba serupa juga dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

"Kita juga tidak menyangka kalau pak menteri juga ikut melaksanakan lomba ini dan ini tentu menjadi kesempatan bagi anak-anak Kubu Raya karena mereka telah mengikuti lomba di tingkat kabupaten, tentu bisa lebih siap untuk mengikuti lomba serupa di tingkat nasional yang dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan," ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di Sungai Raya, Senin (13/5/2020).

Bupati menjelaskan untuk lomba di tingkat Kubu Raya, dari semua peserta yang masuk akan diseleksi secara ketat dan akan disaring untuk 20 besar untuk tiap cabang lomba. Dari 20 besar tersebut, kemudian nantinya juri akan bersatu untuk menetapkan 10 besar dan akhirnya dipilih untuk tiga besar.

"Pengumuman pemenang nantinya akan dilakukan sebelum Lebaran dan setiap video dan surat yang masuk akan kita publikasikan di media sosial dan akan kita rangkum dalam akun sosial dan official Youtube yang akan kita buat, sehingga masyarakat bisa melihat langsung kualitas dari peserta," jelasnya.

Muda menambahkan, lomba dalam jaringan yang dilaksanakan pihaknya tersebut sebagai salah satu upaya pencegahan depresi massal pada anak dengan menggelar lomba Azan, Murotthal Quran, Menulis surat ke bupati dan membacakannya bagi siswa SD, SMP dan SMA se-Kubu Raya.

"Selain tindakan medis, Pemerintah melakukan langkah-langkah penanganan dari aspek psikologisnya," ucapnya.

Pada situasi seperti saat ini yang mewajibkan masyarakat selalu ada di rumah bisa merasa bosan dan ujung-ujungnya depresi, jika tidak dibarengi dengan kegiatan yang mampu memberi semangat bagi masyarakat," tuturnya.

Menurut pria mendapat julukan Bukan Bupati Biasa ini, melalui lomba-lomba ini mampu memberikan semangat di keluarga inti sehingga terhindar dari kepanikan berlebihan dan depresi massal yang berdampak semakin lemahnya imun tubuh sehingga mengakibatkan akan mudah terpapar COVID-19. Karena menurutnya jika tekanan psikis lebih domininan dan signifikan maka akan berdampak pada penurunan yang membuat melemahnya imun dalam tubuh.

"Dengan diadakannya perlombaan ini, kami ingin menghidupkan susana disetiap rumah tangga (keluarga inti) supaya masyarakat bisa membangun suasana relegius dan semangat itu dibangun melalui anak-anak yang mengikuti perlombaan ini," tuturnya.

Sehingga kita bisa mensyukuri kesehatan anak-anak dan bersyukur bisa membesarkan anak-anak dan bersabar serta ikhlas dalam menerima kondisi pandemi sekarang ini serta menghindari berpikir reaktif dan frustasi yang pada akhirnya akan menimbulkan depresi," tuturnya.

Terpisah, koordinator juri lomba Menulis Surat kepada Bupati Kubu Raya dan Membacakannya Indah Suliastuti mengatakan, berdasarkan update Panitia pelaksana Lomba Menulis Surat kepada Bupati Kubu Raya dan membacakannya, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1.803 orang. 

"Ini angka yang sangat besar dan menjadi bukti bahwa anak-anak Kubu Raya sangat antusias untuk mengikuti lomba ini," kata salah satu panitia lomba Menulis Surat kepada Bupati Kubu Raya dan membacakannya, Indah Suliastuti.

Indah merincikan, untuk 1.803 peserta tersebut terdiri atas peserta tingkat SD/MI Kelas Bawah sebanyak 230 orang, tingkat SD/MI  kelas atassebanyak 506 orang , tingkat SMP/MTs sebanyak 1007 orang dan tingkat SMA sederajat sebanyak 60 orang.

"Dari semua surat dan file video yang masuk, akan dinilai oleh tim yang sudah dibentuk oleh panitia yang juga berasal dari kalangan akademis, birokrat serta para penulis yang ada di Kubu Raya. Jadi penilaian ini benar-benar selektif dan kita serahkan kepada para ahlinya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00