Gubernur Kalbar Siap Bangun 20 SMA SMK Baru Tahun 2023

KBRN, Pontianak : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya meningkatkan infrastruktur terutama bidang pendidikan.

Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalbar, diharapkan telah memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pembangunan infrastruktur tersebut dalam upaya mempermudah masyarakat mendapatkan akses pendidikan.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mentargetkan tahun depan akan ada 15 hingga 20 SMA SMK baru yang akan dibangun Pemprov Kalbar diseluruh kabupaten kota.

Pemerintah kabupaten kota diminta untuk bisa mempersiapkan lahan yang akan dibangun SMA SMK tersebut. Sehingga target pembangunan SMA SMK baru di Kalbar bisa terwujud.

"Kabupaten kota harus mempersiapkan lahan saya maunya minimal 15 kalau perlu 20 dibangun SMA SMK baru tahun depan dari sisi anggaran itu bisa," kata Sutarmidji kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

Dirinya menambahkan untuk membangun SMA SMK baru bisa dilakukan dengan anggaran dua miliar rupiah. Anggaran dua miliar rupiah tersebut dapat membangun hingga enam kelas.

Pembangunan dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya sehingga untuk mencapai target tersebut sangat memungkinkan.

"Dari sisi anggaran itu bisa dicapai 15 hingga 20 SMA SMK baru itu bisa asal kabupaten/kota mempersiapkan lahannya," katanya.

Ia menambahkan hingga saat ini Pemprov Kalbar baru mampu memberikan beasiswa sekolah gratis bagi jenjang SMA SMK negeri.

Ke depan menurutnya tidak menutup kemungkinan beasiswa tersebut akan ditingkatkan pada jenjang perguruan tinggi. Namun kebijakan tersebut akan diambil jika  pembangunan infrastruktur seperti jalan, lalu pendidikan, kesehatan sudah selesai.

"Jika itu sudah selesai maka akan ada anggaran untuk mungkin kita akan memberikan beasiswa bagi jenjang perguruan tinggi," jelasnya.

Sebelumnya saat penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan 378 kepala SMAN, SMKN dan SLBN se Kalbar beberapa waktu lalu.

Gubernur Sutarmidji meminta seluruh kepala SMAN, SMKN dan SLBN dapat bekerja memanajemen dan memimpin sekolah dengan hati. Kepala sekolah menurutnya harus mengutamakan kepentingan sekolah dan murid.

"Saya minta kepala sekolah memanage sekolah dengan hati. Guru yang baik itu mengajar dengan hati, kalau sudah seperti itu apapun bisa," jelasnya.

Dirinya mencontohkan memanage sekolah dengan hati misalnya jika ada siswa yang tidak mampu maka segera dicarikan jalan keluar.

Lalu jika ada anak berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu maka hal tersebut harus betul-betul diperhatikan dan dicarikan solusi. Agar tidak berdampak pada psikologis sehingga berpengaruh terhadap prestasinya.

"Kepala sekolah mari kita bersama membangun dunia pendidikan di Kalbar dengan hati, layani siswa yang tidak mampu dalam hal pendidikan," tuturnya.

Midji mengungkapkan upaya untuk melahirkan anak dengan prestasi baik bukan merupakan sesuatu yang gampang. Sehingga pihak sekolah menurutnya juga harus memperhatikan psikologis para siswa.

Terutama sekolah diharapkan mampu mencarikan solusi bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.

"Kalau ada siswa yang putus sekolah kepala sekolah harus mendatangi dan cari solusinya," katanya.

Ia menyebutkan Pemerintah Provinsi Kalbar telah mempersiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yang tidak mampu. Bantuan tersebut harus betul-betul diarahkan bagi siswa yang tidak mampu. Kepala sekolah harus mengarahkan bantuan tersebut secara profesional dan tidak pilih kasih hanya karena faktor kedekatan.

"Kalau tidak ada pakaian, kita kan ada pakaian untuk anak tidak mampu, anak tidak mampu harus diprioritaskan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar