Harus Ada Rasionalisasi Jumlah Siswa Sekolah Negeri

KBRN, Pontianak : Pemkot Pontianak diminta melakukan rasionalisasi jumlah siswa di sekolah negeri. Hal itu akan menjadi solusi jangka pendek yang bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan yang membelit dunia pendidikan. Salah satunya kekurangan tenaga guru. 

"Jumlah siswa di sekolah dan negeri itu mesti proporsional," kata Anggota DPRD Kota Pontianak Mujiono. 

Dirinya mencontohkan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sekolah negeri menerima enam kelas. Jumlahnya dikurangi, menjadi empat kelas. Alokasi dua kelas yang dikurangi diberikan kepada swasta. Cara ini dapat meningkatkan kembali peran swasta di bidang pendidikan.

Mujiono menyebutkan bahwa tidak hanya pemerintah saja yang mendukung pendidikan, tapi harus didorong peran dari pihak swasta.

Kemudian, lanjut Mujiono, juga bisa mengurangi beban biaya dalam bidang pendidikan yang dialokasikan pemerintah di APBD. Jika jumlah siswa di sekolah negeri jauh lebih banyak dari swasta, secara otomasi perlu investasi yang banyak di dunia pendidikan. 

Pemerintah harus membangun sekolah-sekolah baru, menambah jumlah guru hingg harus menyiapkan infrastruktur pendukung lainnya.

"Ini yang kemudian membebani pemerintah daerah, satu terkait belanja pegawai yang tinggi, belanja infrastruktur untuk pembangunan gedung yang tinggi," jelas Mujiono. 

Mujiono menambahkan persoalan lain yang terselesaikan, tidak ada lagi sekolah swasta yang tutup karena kekurangan siswa. Sebab banyak sekolah swasta yang tutup, karena kekurangan siswa. Ini akibat dari banyak pemerintah daerah yang membuka kelas baru. 

"Sementara dengan membuka kelas baru, jumlah guru mesti bertambah, ruang kelas bertambah pembiayaan juga bertambah," terangnya. 

Mujiono melanjutkan meski jumlahnya kembali tumbuh, pemerintah tetap bisa mengawasi dan membantu sekolah-sekolah swasta. Seperti mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). 

"Jadi lebih ringan, dibandingkan harus mendirikan sekolah, menambah guru dan sebagainya," kata Mujiono. 

"Dalam pansus pun sudah disampaikan, Pemkot Pontianak mesti merasionalisasi jumlah siswa, sehingga Juni 2022 harus ada pengurangan jumlah siswa yang diterima sekolah negeri," tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar