Karmin Hammade Pimpin DPW FBN Kalbar 2021-2026

KBRN, Pontianak: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Kalimantan Barat mendapatkan susunan kepengurusan yang baru untuk masa bakti 2021-2026, dengan menunjuk Karmin Hammade, SH sebagai Ketua DPW FBN Kalimantan Barat periode selanjutnya.

Proses pelantikan dilakukan langsung Wakil Ketua Umum FBN Republik Indonesia Isroil Samihardjo dengan menyerahkan Bendera Pataka dari Waketum FBN RI. Selain melantik pengurus DPW FBN Kalbar, sekaligus melantik kepengurusan organisasi masyarakat dibawah naungan Menteri Pertahanan (Menhan) RI tersebut untuk Dewan Pimpinan Daerah FBN se kabupaten kota.

“beberapa program kerja DPW FBN Kalbar, sebagaimana menindaklanjuti maklumat DPP FBN RI diantaranya  merevitalisasi program kerja DPW, DPD, propinsi dan kota Propinsi Kalbar merupakan landasan perjuangan FBN Kalbar penggerak dan pengawal pembangunan sebagai wujud bela negara. Yakni dengan memberdayakan otonomi daerah dengan program prioritas.   Kemudian, melaksanakan pengembangan masyarakat desa, yang merupakan bagian integral dalam membangun keutuhan Nasional Indonesia, dimana meliputi berbagai aspek pembinaan,”ungkap Ketua DPW FBN Kalbar yang baru dilantik Karmin Hammade, SH Kamis (23/09/2021).

Karmin menambahkan, sebagaimana tujuan pokok dan cita-cita bangsa Indonesia yang telah dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 45 tahun 1945, bahwa negara didirikan dengan dua tujuan pertama melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan melindungi seluruh rakyat Indonesia dengan tujuan mencerdaskan bangsa mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera, aman damai, tenteram dan sentosa serta bahagia lahir dan batin berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP FBN RI Isroil Samihardjo berharap kepada Ketua DPW FBN Kalbar untuk menyusun visi misi yang mengacu pada visi DPP FBN RI. Yang mana, visi itu harus dipecah ke misi dan misi tersebut kemudian dijadikan tujuan, sasaran, dan kebijakan yang akan dilakukan. Ditambahkan, dari kebijakan Ketua DPW FBN dijadikan strategi yang selanjutnya diterjemahkan menjadi program.

“Kepada pak Karmin mohon punya visi, diterjemahkan kepada misi, dan visinya nanti mengacu pada visi DPP. Dari visi dipecah ke misi, dari misi ke tujuan, sasaran, kemudian kebijakan. Nah, kebijakan dari ketua ini apa, dari kebijakan diturunkan strategi kemudian program,”jelasnya.

Lebih lanjut Isroil mengutarakan, bela negara merupakan tekad, sikap, perilaku dan tindakan warga negara yang baik perorangan maupun kolektif dalam rangka menjaga kedaulatan, keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dari berbagai ancaman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00