Ayub Instruksikan Pengelola PAUD, SKB dan PKBM Siap Hadapi Perubahan

KBRN, Pontianak : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui seluruh pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada tahun 2021 sudah terus mempersiapkan menghadapi perubahan dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan non Fisik serta Biaya Oprasional Penyelenggaraan (BOP). 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Muhammad Ayub mengatakan, pengelola pada pengelola satuan pendidikan di tingkat PAUD hingga kesetaraan harus bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan. 

“Tidak ada yang tidak bisa yang ada hanya belum terbiasa,” kata Muhammad Ayub di Sungai Raya, Senin (2/8/2021). 

Ayub menyambut baik berbagai perubahan kearah kebaikan. Terlebih dengan digitasisasi dan pergeseran dari manual ke online ini menjadikan fungsi pengawasan bisa dilaksanakan secara efektif.

“Di zaman serba online sekarang, sudah bukan saatnya lagi kita tidak melek informasi. Harus ada langkah untuk bisa mengimbangi perkembangan dan pertumbuhan teknologi, terlebih terkait dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Asmil Ratna mengatakan, semula semuanya dilakukan secara manual, tapi saat ini sudah mulai diberlakukan secara online. 

“Saat ini harus melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah untuk melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa atau kita sebut SIPLA,” kata Asmil Ratna.

Asmil menegaskan, pemberlakuan ini bersifat wajib dan pengelola PAUD, SKB dan PKBM harus siap.

“Sebagai bidang yang membawahi pengelola PAUD dan kesetaraan, kita harus sosialisasikan kebijakan ini kepada mereka dan yang lebih penting, kita juga harus mempersiapkan SDM agar transisi bisa dilakukan,” katanya. 

Mantan Komisoner KPU Kabupaten Kubu Raya itu menuturkan, sebelumnya pihaknya telah menggelar sosialisai secara daring dan luring dari 266 peserta, hanya 25 persen dari kapasitas ruang pertemuan yang ikut secara luring dan sisanya secara daring. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00