FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Belajar Online Tak Efektif, Ini Saran Pakar Pendidikan

KBRN, Pontianak : Pengamat Pendidikan Kalbar, Prof. DR. Samion menilai kebijakan pembelajaran di sekolah selama Pandemi Covid-19 tidak bisa di samakan, antara satu daerah dengan daerah lainnya. Menurutnya, harus ada perbedaan pemberlakuan kebijakan yang tentunya disesuaikan dengan zona covidnya sendiri.

“Tidak bisa digeneralisasikan, untuk satu kabupaten saja tidak bisa. Apalagi untuk wilayah Kalbar. Contoh saja, Kapuas Hulu, ada 23 kecamatan disana, begitu Kapuas Hulu ditetapkan sebaga zona merah, masa sih semua kecamatannya juga zona merah. Sementara kita tahu, lokasi antar kecamatan di san aitu, jauh,” katanya, Rabu (05/05/2021).

“Makanya saya sarankan, harus ada kerja yang intensif dan menusuk lagi. Agar setisp kecamatan juga bisa dilihat, zonanya,” tambah Samion.

Samion menyebutkan, jika sebenarnya masih ada opsi untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar ditengan Pandemi Covid-19. Apalagi untuk wilayah Kalbar, yang secara umum memiliki jarak cukup jauh antar kecamatan satu dengan lainnya, terkecuali wilayah perkotaan, seperti Pontianak.

Selain itu, kebijakan buka tutup sekolah dengan melihat perkembangan pandemi, dinilai akan semakin menyulitkan materi yang disampaikan guru untuk diterima siswa.

“Jika diperlakukan sama, maka pelayanan pendidikan tidak maksimal. Kita sayangkan jika ada kebijakan seperti itu, kenapa tidak diperketat saja protokol kesehatannya,” jelasnya.

“Munkin kalua Kota Pontianak kita bisa memantau dan melihatnya, tapi kalau di kabupaten kota lain, itu sangat luar biasa jaraknya,” imbuh Samion.

Samion juga sepakat jika belajar tatap muka dengan protokol Kesehatan ketat disertai sanksi bagi mereka yang melanggar. Sehingga, semua pihak bisa mematuhi aturan.

“Kalau ada yang melanggar, itu disanksi saja. Lebih menyenangkan masyarakat,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00