Kejar Ketertinggalan IPM, Pemprop Kalbar Kampanyekan Gemar Sabar

KBRN, Pontianak: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat saat ini masih berada di posisi 32 dari 34 Propinsi yang ada di Indonesia. Artinya, Kalbar masih cukup tertinggal dari daerah lain terutama salah satu indikator peningkatan IPM adalah di bidang pendidikan.

Maka, untuk mengejar ketertinggalan itu, Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Barat menggencarkan kampanye Gerakan Gemar Belajar Masyarakat Kalbar (Gemar-Sabar) baik disektor Formal maupun Non-Formal yang di launching langsung oleh Wakil Gubernur Ria Norsan di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalbar.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berharap, dengan di loncingnya Gerakan Gemar Sabar tersebut, dapat mendongkrak IPM Kalbar dari ketertinggalan.

“IPM dibidang pendidikan kita di Kalbar mash ketinggalan. Nah, mudah-mudahan dengan kegiatan Gemar Sabar ini bisa meningkatkan IPM kita lebih dari sekarang,” ujarnya Senin (03/05/2021).

Disinggung mengenai Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021 yang mengusung Tema “Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar”, Ria Norsan berharap kepada insan pendidikan di Kalbar untuk terus berinovasi bagaimana menciptakan suasana yang nyaman dalam memberikan pengajaran kepada siswa secara dalam jaringan (Daring) atau online di masa pandemi saat ini.

“Harapan kita kepada masyarakat khususnya tenaga pendidik, di masa pandemi setidaknya bisa berinovasi memberikan ilmunya kepada anak-anak, kalau tidak bisa langsung, pakai daring. Bagaimana pakai daring bisa menarik dan tidak jemu, guru harus pandai berinovasi,” imbuhnya.

Sementara itu di konfirmasi mengenai upaya Dikbud Kalbar dalam mendongkrak IPM Kalbar khusus bidang pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalbar Sugeng Hariyadi mengemukakan, ada dua hal yang menjadi perhatian dan menjadi faktor yang mempengaruhi rendahnya IPM Kalbar, yakni rata-rata lama sekolah dan harapan laman sekolah. Menurutnya, dengan Gemar Sabar ini diharapkan dapat mendapat dukungan dari masyarakat.

“IPM kita dinilai dari dua segi yaitu rata-rata lama sekolah, dan lama harapan sekolah yang di hitung dari usia penduduk 25 tahun keatas. Di tahun 2020 kita 7,37 tahun, jadi rata-rata baru masuk Kelas 8 itu tidak selesai menamatkan. Kemudian harapan lama sekolah 12,6 tahun sudah lumayan, tapi itu juga masih di peringkat ke 30 dari  34 propinsi. Makanya, kita buat gerakan ini,”jelasnya.

Tidak kalah pentingnya ditambahkan Sugeng Hariyadi, bagaimana pihaknya menekan angka putus sekolah di Kalbar setiap jenjang pendidikan. Dimana, setiap tahunnya terus terjadi peningkatan.

Para tenaga pendidik di satuan pendidikan pun diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orangtua siswa serta menghimpun permasalahan yang ada, agar kedepan tidak ada lagi putus sekolah.

“Sebagus apapun program yang dibuat pemerintah, tapi tidak disambut oleh masyarakat, ya seperti ini terus.Makanya, insan pendidikan baik dari kemenag, dikbud sendiri untuk terus mengkampanyekan program ini kepada masyarakat secara formal maupun non formal,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00