Pemberhentian Sementara PTM oleh Gubernur Kalbar Tidak Berpengaruh Pada Pelaksanaan Ujian Sekolah di Kubu Raya

KBRN, Kubu Raya : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Ujian Sekolah tidak akan berpengaruh dengan diberhentikannya sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berdasarkan Instruksi Gubernur Kalbar Sutarmidji nomor : 445/3592/DINKES/YANKES.C tanggal 22 April 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Muhammad Ayub mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah bagi SD dan SMP sudah berlangsung sejak tanggal 19 April kemarin.

"Sedangkan instruksi Gubernur Kalbar memberhentikan sementara PTM itu sudah masuk hari empat pelaksanaan ujian sekolah, tentunya instruksi tersebut tidak berpengaruh pada pelaksanaan ujian sekolah di Kubu Raya", kata Kadisdikbud Kubu Raya Muhammad Ayub via telfon, Senin (26/4/2021) petang. 

Ayub menuturkan, hingga hari ini hanya dua mata pelajaran saja yang belum diujiankan diantaranya mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) . 

"Untuk dua mata pelajaran yang belum dilaksanakan ini (Mulok dan PJOK) ini akan dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena PTM sudah dicabut", ujarnya. 

Ayub menambahkan, selama dua bulan lebih dilaksanaannya PTM ini pihaknya belum mendapatkan kendala apapun, bahkan PTM dinilai sangat efektif mengingat lebih dari satu tahun sejak pandemi melanda (Maret 2020) lalu siswa maupun guru terpaksa melakukan proses belajar mengajar dengan sistem daring maupun luring. 

"Pelaksanaan PTM yang dilakukan lebih dari dua bulan itu dikarenakan Kubu Raya masuk dalam zona kuning penyebaran COVID-19. Selagi belum ada perubahan status zona, maka saat itu pula pihaknya tetap melaksanakan PTM, sampai akhirnya Gubernur Kalbar mengeluarkan instrusinya untuk menutup sementara PTM itu pada 22 April lalu", ucapnya. 

Ayub menjelaskan, untuk menyesuaikan diberhentikannya sementara PTM ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya sejak hari Sabtu kemarin hingga hari ini sedang menyusun rencana melanjutkan ujian sekolah yang belum sempat dilakukan dengan tatap muka . 

"Untuk ujian sekolah yang belum dilaksanakan (Mulok dan PJOK) ini rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa besok melalui virtual baik daring maupun luring (orang tua mengambil berkas soal atau tugas dan siswa mengerjakannya di rumah)", jelasnya. 

Setelah ujian sekolah, Ayub menambahkan, pihaknya akan menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) untuk kelas 1 sampai kelas 5 SD, kelas 7 dan kelas 8 untuk SMP. Pelaksanaan UAS ini rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan May atau awal bulan Juni mendatang. 

"kita masih melihat perkembangan pemberhentian smnetara PTM ini dicabut. Untuk UAS Ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan melakukan peningkatan kompetensi guru dalam menulis soal. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan UAS nantinya mampu menghasilkan suatu yang lebih maksimal, sehingga menampakkan kompetesi anak didik sesungguhnya. 

"Saya berharap semua kepala sekolah dan pengawas skeolah dengan adanya instruksi Gubernur ini jangan terlalu panik dan stress karena Kubu Raya sudah hampir rampung melaksanakan ujian sekolah. Hal yang terpenting semuanya bisa merasa bahagia dan gembira meski pelaksanaan PTM ini sudah dicabut", harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00