PTQ Virtual RRI Pontianak, Tergantung Koneksitas dan Perangkat Memadahi

KBRN, Pontianak : Pelaksanaan Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI  2021 yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan kini dilaksanakan secara Virtual, dimana para peserta berada di tempatnya masing-masing.

“Pada momen ini kita tekankan bagaimana peserta harus tampil, dan yang jelas harus mempersiapkan diri”, ungkap Koordinator Dewan Hakim PTQ RRI Pontianak, H. Muhamad Azman Alka, M.Ag saat memberikan Technikel Meeting (TM) di Multy Perpose RRI Pontianak, Senin (12/4/2021).

Persiapan tersebut paling tidak 15 menit harus sudah siap dan  diharpakan perangkat yang digunakan memadahi, artinya tidak mengganggu keutuhan tampil para peserta.

 “Itu yang sangat kita perlukan dan kita butuhkan bagi mereka, supaya nanti mereka tampilnya itu  bisa maksimal, terus kita juga menyampaikan aturan-aturanya seperti maqro, dan yang sudah dibaca sudah kita kirim khusus untuk tilawah, sedangkan khusus untuk tahfiz juga begitu, kita menyuruh mereka untuk  mempersiapkan perangkat, jadi yang jelas itu memang perangkat  dan sinyal yang menjadi persoalan dan menjadi problem kita, tetapi antusias  mereka untuk itu, Alkhamdulilah”, tegasnya.

Tetapi ditegaskan Muhammad Azman Alka, antusias untuk ikut cukup tinggi, yakni hampir semua peserta yang mendaftar ikut TM, padahal pelaksaan PTQ RRI bukan baru satu tahun ini, tetapi sudah beberapa tahun yang lalu, bahkan ada yang ikut dua tiga kali. Artinya antusias masyarakat atau peserta terhadap PTQ ini sangat luar biasa dan ini kemungkinan juga betrepatan bulan suci Ramadan yang sekaligus untuk meningkatkan amal ibadah.

“Jadi tadi kita teknis untuk tampil yang kita sampaikan, bahkan sebelumnya juga sudah dikirim oleh Panitia dan kita hanya menguatkan saja supaya nanti dalam pelaksanaannya itu tidak ada kendala yang berarti, sehingga mereka bisa maksimal tampil”, harap Azman Alka.

Katika ditanya tentang perbedaan PTQ secara virtual dibandingkan factual, Azman Alka mengakui  tentu ada sedikit berbeda karena tergantung perangkat, tetapi Panitia optimis karena peserta ada yang pernah ikut di tangkat nasional  atau sudah berpengalaman untuk ikut even even MTQ hanya mungkin beda nama saja Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) dengan Musabqah Tilawatil Qur’an (PTQ).

“Kitapun dewan hakimnya Insya Allah karena memang kita tunjuk dewan hakim dewan hakim yang sudah biasa di provinsi dan mereka Insya Allah tahu kualitas-kualitas yang layak tampil ke tingkat nasional”, tuturnya.

Azman Alka mengakui, jikapun dikaitkan dengan pelaksanaannya secara virtual, tidak bisa menafikkan sinyal, perangkat atau Hp yang digunakan peserta, hanya saja pantia tidak memperbolehkan peserta menggunakan efek supaya suara itu murni suara yang bersangkutan, sebab kalu di efek suara dapat disetting.

“Insya Allah untuk kualitas bisa kita pertanggungjawabkan, karena kita dari dewan hakim sudah biasa mendengar mereka, tinggal untuk lomba yang sudah bagus-bagus  tinggal nasib saja, karena yang dibaca itu ada yang salah dan lain sebagainya”, jelas dia.

Mengingat LPTQ tahun ini sudah ada kerjasama dengan  LPTQ Provinsi Kalbar  dan Ketua umum Andi Musa sangat respek  dan beliau antusias, bahkan juga mengirim  dewan dewan Hakim provinsi di LPTQ.

“Kita harapkan nanti ada kerjasama yang baik, Insya Allah untuk pengiriman nanti aka nada peningkatan kualitas untuk anak-anak, bahkan LPTQ Provinsi siap  memfasilitasi untuk Trainning center (TC) pemusatan latihan untuk anak-anak, karena semuanya berbicara bagaimana Kalbar bisa  di tingkat nasional”, harapnya. (Hermanta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00