FOKUS: #TATANAN KEHIDUPAN BARU

Dewan Dorong Pemkot Buat Aturan Bagi Para Pesepeda

KBRN, Pontianak ; Pasca Kementerian Perhubungan membantah adanya pemungutan pajak bagi para pesepeda yang tengah ‘booming’ saat ini, tak sedikit pihak yang mulai mempertanyakan aturan yang berlaku bagi para pesepeda supaya tetap aman selama berlalu lintas. Menindaklanjuti persoalan ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Yandi menilai aturan pungutan pajak bagi pesepeda memang tidak tepat dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

“Jika nantinya aturan ini memang diberlakukan Pemerintah Kota Pontianak perlu mengkaji golongan pesepeda yang wajib di kenakan pajak. Sebab, pesepeda terbagi menjadi dua golongan yakni orang yang menggunakan sepeda sebagai transportasi utama karena keterbatasan ekonomi dan orang yang memakai sepeda sebagai gaya hidup atau life style, mengingat sepeda yang mereka miliki umumnya seharga puluhan juta rupiah”, tegasnya, Senin (7/6).

Kendati demikian, Yandi mendorong Pemerintah Kota Pontianak membuat regulasi yang mengatur keamanan dan keselamatan para pesepeda dalam berlalu lintas.

“Kita mendorong Pemerintah Kota Pontianak menyusun regulasi dan aturan terhadap pesepeda supaya jelas ketentuannya dan tertib selamat. Itu lebih penting daripada sekarang di masa Covid-19 Pemerintah memungut pajak bagi pesepeda, timing-nya tidak tepat”, ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sepeda dikategorikan sebagai kendaraan tidak bermotor, karenanya pengaturannya dapat dilakukan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Sebelumnya Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati juga menyatakan bahwa pada prinsipnya Kemenhub RI sangat mendukung adanya aturan mengenai penggunaan sepeda sebab minta masyarakat terhadap sepeda sangat tinggi dalam masa transisi adaptasi kebiasaan baru, sehingga perlu dibarengi dengan perlindungan kepada para pesepeda. Oleh karena itu, Kemenhub juga mendorong Pemerintah Daerah menyiapkan infrastruktur jalan maupun ketentuan lain yang khusus mengatur para pesepeda di wilayahnya masing-masing.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00