Manfaat Pembangunan Bandara di Kota Singkawang

KBRN, Pontianak : Rencana pembangunan Bandara di Kota Singkawang diapresiasi banyak pihak. Masyarakat mendukung penuh rencana pembangunan sarana transfortasi di 'Kota Seribu Kelenteng' itu. Selain akan memangkas waktu tempuh dari Ibu Kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak ke Kota Singkawang, rencana pembangunan bandara ini juga diklaim akan berdampak pada sektor pembangunan lain, misalnya saja perekonomian dan pariwisata yang menjadi satu diantara sektor unggulan Kota Singkawang. 

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie begitu girang. Dia menyebut bahwa proyek pembangunan bandara tersebut, sudah lama menjadi impian masyarakat Kota Singkawang.

Wali Kota perempuan pertama di Singkawang itu optimis, jika pembangunan bandara berdampak langsung pada sektor pariwisata.  Pada 2016, kunjungan wisata tercatat 514 ribu kunjungan, 1.200 kunjungan di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Selanjutnya pada 2017 ada 652 ribu kunjungan turis, 1.000 di antaranya kunjungan turis asing. Peningkatan juga terjadi pada tahun 2018 yang mencapai 721 ribu kunjungan wisata.

Peningkatan kunjungan wisatawan ini terkait event nasional maupun internasional. Kemudian event masyarakat Tionghoa dua kali setiap tahun. Biasanya, masyarakat Tionghoa asal Singkawang yang sudah pindah ke daerah bahkan negara lain, pada momen tertentu akan kembali ke Singkawang khususnya saat perayaan Imlek (tahun baru cina) atau Cap Go Meh. 

Data yang ada menyebutkan, saat ini terdapat 30 ribu etnis Tionghoa Singkawang, yang bermukim di Taiwan dan beberapa tempat lain di luar Singkawang. Mereka semua, secara rutin menjalani mudik pada hari-hari tertentu tiap tahun.

Selain sederet catatan positif tersebut, Kota Singkawang juga menjamin jika pembangunan bandara menunjang ekonomi masyarakat karena Singkawang memiliki modal utama dalam menunjang pembangunan ekonomi, yaitu stabilitas keamanan daerah. Bahkan, sejak tahun 2015 sampai tahun 2018, Singkawang selalu mendapat predikat sebagai kota toleran di Indonesia. 

Modal tersebut diklaim akan mampu menyakinkan pemrintah pusat dan investor terhadap pembangunan bandara di Kota Singkawang. Bandara Singkawang sedang ditawarkan kepada para investor swasta termasuk asing. Proyek bandara ini ditaksir menelan anggaran Rp 4,3 triliun, dengan masa konsesi 32 tahun.

Sebagai Mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, saya tentu punya pandangan atas rencana pembangunan mega proyek bandara di Singkawang. Dari sisi kebutuhan, tentu saja masyarakat dan pemerintah serta dunia usaha mendukung pembangunan tersebut. Namun di sisi lain, harus juga diperhatikan, aspek penting yang bisa berdampak negatif jika sampai bandara tersebut dibangun dan beroperasi. Misalnya saja keluar masuknya orang atau barang yang sudah pasti akan semakin tinggi intensitasnya saat ada bandara. Di sinilah pemerintah dan pihak terkait lainnya, harus bisa memastikan jika keberadaan bandara tidak lantas disalah fungsikan, sehingga tujuan pembangunannya akan lebih dirasakan masyarakat. 

Ditulis Oleh : Windi Winarsih 

NIM : E1012191069

Prodi : Ilmu Administrasi Publik

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Tanjungpura.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00