Menanti Kiprah Alue Dohong Putra Dari Tanah Borneo di Kabinet Indonesia Maju

KBRN, Pontianak : Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan 12 wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019) lalu. Satu diantara nama yang diumumkan adalah Alue Dohong. Dia dipercaya untuk menempati posisi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) membantu Menteri Siti Nurbaya Bakar.

Sebelumnya jabatan Alue Dohong adalah Deputi Bidang Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut sejak 2016. Sebelum berkiprah di BRG, Alue Dohong mendirikan Lembaga Pengkajian, Pendidikan, dan Pelatihan Lingkungan Hidup (LP3LH) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Alue Dohong juga dikenal sebagai Dosen di Universitas Palangkaraya, PTN terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah. Beliau mengajar bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Fakultas Kehutanan. Pria kelahiran Tumbang Kalang, Kalimantan Tengah, ini menyelesaikan pendidikan S2 environmental management di Nottingham University, Inggris. Sebelum kemudian, menempuh pendidikan S3 di University of Queensland, Australia. Dalam bidang sosial dan budaya, Alue Dohong juga menjadi pengurus pusat di Majelis Adat Dayak Nasional.

Sebgu putra asli dari tanah Borneo, Alue Dohong sejauh ini, menjadi satu-satunya Suku Dayak di Kabinet Indonesia Maju, sebagai Wakil Menteri (Wamen). Ia mengaku sangat bangga dengan tugas yang diberikan Presiden Jokowi kepadanya.

“Saya kebetulan Suku Dayak dan saya yakin kalau takdir menjadi wakil menteri ini merupakan kebahagiaan bagi Suku Dayak di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Dalam sejarah Indonesia merdeka, baru sekali ini orang Dayak ditawari menjadi Wakil Menteri,” tuturnya.

Dengan keahlian yang dimiliki setelah lama bergelut di bidang pengolahan lahan basah atau lahan gambut, pastinya bersama Menteri LHK Siti Nurbaya, Alue Dohong akan menjadi duet sempurna dalam menangani hutan dan lahan di wilayah Kalimantan. Terutama untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Penunjukan Alue Dohong juga dinilai memiliki kaitan dengan kepindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Banyak yang harus dibenahi di sana sebelum rencana itu dieksekusi beberapa tahun mendatang. Persiapan yang dilakukan sejak dini, menjadi tolak ukur Presiden Jokowi dalam penunjukan Alue Dohong.

“Saya dipanggil Presiden Jokowi dan berdiskusi tentang masalah kehutanan, rehabilitasi lahan termasuk rencana pemindahan ibu kota baru di Kalimantan Timur yang berkonsep smart beautiful city. Saya juga ditugaskan untuk membantu mengurus perkembangan yang terjadi di Kalimantan,” terang Alue kepada wartawan usai bertemu Kepala Negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 Oktober 2019.

Suatu kebanggan ketika ada orang dayak yang menjadi Wakil Mentri karena dari zaman reformasi sampai demokrasi sekarang, dijilid II pemerintahan Presiden Jokowi, baru Alue Dohong lah putra Dayak pertama yang bisa terpilih untuk menjadi Wakil Mentri LHK. Sudah semestinya Presiden Jokowi mendobrak dan memperhatikan putra/putri dari daerah yang memiliki kualitas yang baik serta mampu bersaing, sehingga dapat berpotensi dalam kemajuan pemerintahan di Indonesia. 

Dari Alue Dohong, kita belajar bahwa jabatan yang didudukinya sekarang adalah suatu pencapaian yang luar biasa, dia menunjukan bahwa orang Dayak pun mampu bekerja di pemerintahan pusat. Untuk Alue Dohong lakukan dengan baik apa yang sudah menjadi tugas sekarang, ketika dipilih dan diberi kepercayaan kerjakanlah apa yang menjadi tugas dan  Tanggung Jawab. 

Selamat bekerja Alue Dohong. Tunjukkan integritas dan prestasi terbaikmu. Jangan bikin malu orang Dayak.

Ditulis Oleh : Mona Antriana Heradian 

NIM : E1011181094 

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 

Prodi : Ilmu Administrasi Publik

Universitas Tanjungpura

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00