Keluhan Petani di Kabupaten Landak Tidak Adanya Bendungan dan Irigasi

KBRN, Pontianak : Bendungan dan saluran irigasi merupakan sebuah alternatif cara pengairan lahan pertanian pada musim kemarau.  Pembutan bendungan dan saluran irigasi untuk lahan pertanian dilakukan, agar membantu meningkatkan produksi hasil pertanian. Tetapi di tempat daerah persawahan kami, tidak ada  pembangunan bendungan dan saluran irigasi, sedangkan di daerah lain sudah ada infrastrukur bendungan dan saluran irigasi persawahan.

Dusun Riam Sangkar Tikalong, Desa Tunang, Kecamatan Mempawaah Hulu, Kabupaten Landak, merupakan kawasan pertanian yang selama ini menjadi penyumbang tanaman pangan. Namun di daerah persawahan ini, tidak ada bendungan dan saluran irigasi. Sehingga masih mengunakan bendungan  manual, yaitu membendung dengan karung di isi dengan tanah dan batu dan selanjutnya dilapis mengunakan  terpal untuk mengairi persawahan warga. Bendungan manual ini, ketahanannya hanya satu musim saja, yang kadang kala roboh kalau air sungai meluap di musim hujan setelah itu harus membendung ulang lagi. Para petani berharap kepada pihak terkait, agar ada pembuatan bendungan dan saluran irigasi di daerah persawahan mereka.

Pemersalahan juga terjadi pada irigasi yang tak kunjung  terbangun,sehingga masyarakat di sana masih mengunakan dengan cara manual dalam megalirkan air ke persawahan.Hal tersebutlah yang membuat masyarakat di sana, masih kurang dalam meningkatkan hasil panen yang besar dalam pertahunnya. Sehingga masyarakat di sana belum mampu meningkatkan atau memperluas lahan mereka menjadi lebih banyak.

Tidak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan kurang bagusnya, fasilitas jembatan yang tidak layak untuk dipakai lagi dan jalan di daerah tersebut, masih kurang bagus atau tidak memadai untuk di gunakan lagi dikarenakan belum ada perbaikan. Kindisi ini mengakibatkan masyarakat kesulitan, saat akan mengangkut hasil penen mereka. 

Menurut saya pribadi sebagai mahasiswa, keterbatasan yang diungkap di atas, contoh kurangnya fasilitas sektor pertanian berbanding terbalik, dengan fasilitas yang ada di daerah perkotaan. Padahal, sangat penting menunjang fasilitas sektor pertanian, sehingga bisa mendongkrak basil pertanian yang kemudian akan diangkut ke kota untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Kesimpulan yang dapat saya ambil antara lain, pemerintah harus lebih memperhatikan lagi di daerah dalam memajukan masyarakatnya. Selain itu, pemerintah harus memberi bantuan kepada masyarakat petani, melalui dana bantuan untuk pembangunan yang lebih baik. 

Ditulis Oleh : Irwanto Wawan

NIM : E1012191051

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 

Prodi : Ilmu Administrasi Publik

Universitas Tanjungpura.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00