Sekelumit Catatan Tentang Kondisi Pendidikan di Kabupaten Sekadau

KBRN, Pontianak : Dunia pendidikan seolah tidak pernah lepas dari sorotan. Pemenuhan kebutuhan dasar fasilitas pendidikan selalu menjadi persoalan klasik, yang tak pernah usai. Hal itu juga masih terjadi di Provinsi Kalbar. 

Saya adalah putra asli asal Kabupaten Sekadau. Dalam tulisan ini saya ingin menggambarkan kondisi pendidikan di daerah saya, tepatnya di Kecamatan Belitang Hilir. Bukan sebuah masalah untuk saya mencerikan daerah saya masih termasuk daerah tertingal, terutama dalam hal pendidikan.

Menurut saya, di daerah kami masih kurang pembangun seperti infrastruktur jalan, sehinga mempersulit orang tua saat mengantar anak-anaknya ke sekolah. Belum lagi ada satu jembatan yang kurang bagus atau tidak layak pakai, terlebih bagi anak-anak sekolah yang tiap hari  melalui jembatan tersebut. Disinilah, tingkat kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anaknya.

Adalah SD Negeri 11 Batu Ampar Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Muridnya berasal dari sejumlah kampung diantaranya Kampung Tapang Menanik, Sungai Merah dan Sungai Antu. Hal pokok yang menurut saya, menjadi sorotan utama yaitu dalam pengembangan fasilitas pendidikan di daerah harus menjadi pembahasan yang sangat serius bagi pemerintah dalam membangun daerah tertingal. Karena pendidikan sangat lah penting bagi anak-anak generasi penerus bangsa. Dalam perkembangan zaman yang sangat pesat ini, membutuhkan perkembangan pengetahuan yang sangat baik dalam pendidikan yang sangat cangih di masa kini.

Selain itu, dunia pendidikan di daerah saya juga terhambat masalah lainnya seperti, kurangnya biaya pendidikan bagi anak-anak daerah. Contohnya, keterbatasan ekonomi dalam suatu keluarga sehingga harus di penuhi untuk kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Dari situlah kemudian,  timbul pemikiran bagi orang tua seolah-olah pendidikan tidak penting bagi anak-anaknya. Sehingga anak-anak disarankan untuk bekerja, seperti bercocok tanam dan lain-lain. 

Kesimpulannya menurut saya, jangan ada perbedaan antara anak kota dan daerah. Pemerintah harus bisa memberi solusi yang lebih baik lagi dari sebelumya, untuk menyeimbagi fasilitas pendidikan di kota dan daerah pedalaman. Misalnya, memberi dana untuk pembangunan sekolah di daerah yang kurang fasilitasnya.

Mudah-mudahan ke depan, pembangunan di daerah lebih di perhatikan lagi oleh pemerintah. Apalagi saat ini, presiden tengah mencoba membalik pola pembangunan dari pedesaan menuju perkotaan. Selain itu, pemerintahan desa juga sudah dikuatkan dengan pemberian dana desa. Diharapkan, semua rencana dan target pemerintah itu bisa tercapai, sehingga pemenuhan hak dasar pendidikan bisa dirasakan masyarakat Indonesia. 

Ditulis Oleh : Donatus Jaman

NIM : E1012191058

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Prodi : Ilmu Administrasi Publik

Universitas Tanjungpura. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00