Vaksinasi Yang Ramah Anak

(Tariyah. Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat)

KBRN, Pontianak: Dalam rangka penanggulangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),tanggal 13 Desember 2021, Pemerintah RI telah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Bagi Anak Usia Enam Sampai Dengan Sebelas Tahun. Kebijakan ini sebagai intervensi efektif untuk memutuskan mata rantai penularan COVID-19 di Indonesia.

Bahwa,dalam tulisan ini saya tidak memotret vaksinasi anak dari sudut pandang medis atau syariah. Yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah bahwa kebijakan vaksinasi COVID-19 terhadap anak dari sudut pandang psikologi dan sosial anak.

Bicara tentang Vaksinasi dan anak ini sebenarnya merupakan hal biasa. Bukankah selama ini anak-anak sudah terbiasa untuk divaksin? Sebut saja Vaksin Polio dan Program Imunisasi. Menjadi tidak biasa karena dalam program vaksinasi COVID-19 ini terlalu banyak “drama” yang menyertainya seperti pemberitaan negatif, isu hoaks dan adanya penolakan dari beberapa kelompok masyarakat.

Bayangkan saja, sejak kebijakan Vaksinasi ini bergulir, untuk mengajak orang dewasa vaksin, Pemerintah harus menggunakan jurus “Tidak boleh masuk mall jika belum vaksin”, “Tidak bisa mendapatkan bantuan Pemerintah jika belum vaksin”.

Menurut saya, kebijakan Vaksinasi Anak ini merupakan tantangan dan seni tersendiri bagi penyelenggara vaksinasi. Yang dihadapi pemerintah bukan hanya anak-anakt api juga orang dewasa (baca: orang tua).

Vaksinasi terhadap anak butuh peran serta orang tua, guru dan para penggiat atau pemerhati anak. Anak tidak akan bisa divaksin jika orang tua tidak memberikan izin, merasa “Care” dan memiliki kesadaran terhadap arti penting vaksin bagi kesehatan anak. Maka, saran saya, sebelum kebijakan vaksinasi anak ini dilakukan secara massif di seluruh Indonesia, hal penting dan mendasar adalah bagaimana pemerintah memberikan edukasi, sosialisasi dan informasi kepada seluruh stakeholder agar program Vaksinasi Anak dapat teredukasi denganbaik, informasinya dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh semua pihak.

Memahami Psikologi Anak

Penting bagi kita semua, terutama para penyelenggara vaksinasi agar lebih memahami psikologi anak. Hal ini diperlukan supaya ketika sebelum vaksinasi, saat vaksinasi dan pasca vaksinasi perkembangan anak secara keseluruhan tidak terganggu atau anak tidak merasa tertekan.

Sarana dan Prasarana Vaksinasi Anak

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021menyatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti pembukaan pos pelayanan vaksinasi di sekolah atau satuan pendidikan lainnya, atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan atau Kantor Wilayah Kementerian Agama, atau Dinas Sosial setempat.

Maka, agar anak-anak merasa nyaman dan bahagia saat divaksin, para penyelenggara vaksin sebisa mungkin menyediakan sarana dan prasarana vaksinasi anak sesuai dengan dunia anak-anaknya itu bermain dan bahagia.

Caranya, misal, ruang untuk vaksin dibuat ceria dan colorfull, Para Petugas menggunakan pakaian ala jagoan atau karakter-karakter yang disukai anak-anak seperti doraemon, spiderman, ultraman, ipin upin, hello kitty. Selain itu juga diputarkan lagu-lagu kesukaan anak-anak. Dan, lebih mantap lagi jika ada hadiah seperti balon, boneka atau buku cerita.

Memang, jika melaksanakan sebagaimana yang saya tulis di atas, tentu membutuhkan biaya, kemauan dan waktu. Tapi menurut saya hal tersebut bukan berarti tidak mungkin. Salah satu keuntungannya, adalah kita melakukan investasi kesehatan dan kebahagiaan bagianak. Anak-anak yang sehat dan bahagia maka imun tubuhnya terjaga jauh dari penyakit. Anak-anak sehat, keluarga bahagia, negara sejahtera.

Terakhir, selamat melaksanakan program vaksinasi anak yang ramah anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar