FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Dorris Pardede, Jadi Penerima Vaksin Pertama Dari Kalangan Jurnalis TV di Kota Pontianak

KBRN, Pontianak: Dorris Pardede menjadi satu-satunya Jurnalis TV yang beruntung mendapatkan Vaksinasi Covid 19 pertama dari kalangan Jurnalis TV di Kota Pontianak yang di gelar di Halaman Kantor UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Pontianak Kamis (21/01/2021).

Alasan karena bekerja di satu diantara media TV di Kota Pontianak dengan intensitas pertemuan dalam menjalankan tugas jurnalistik dengan para pejabat bukan tidak mungkin sangat rentan dan beresiko terpapar Covid 19 cukup tinggi. Oleh karena itu, kesempatan ini tidak akan disia-siakan, apalagi sang istri sangat mendukung dirinya untuk menerima vaksinasi.

“Punya kesempatan untuk di vaksin, saya langsung mengajukan diri. Saya ijin dulu ke istri kalau saya akan di vaksin, karena tidak semua bisa dapat kesempatan vaksin pertama, dia sih setuju saja,” ungkapnya.

Dorris menjelaskan, pasca dirinya di suntik vaksinasi, tidak ada efek samping yang dirasakan cukup signifikan, hanya saja setelah 15 menit berlalu, dirinya merasakan pegal di area bekas suntikan, namun tidak ada pengaruh untuk area tubuh lainnya.

“Jarum suntiknya juga kecil, tadi tidak ada merasakan apa-apa, tarik nafas sedikit habis itu selesai,” paparnya.

Senada diungkapkan Beny Than Hery dari Akademi Ide Kalimantan Barat mewakili kalangan pemuda di Kota Pontianak. Dimana, pasca vaksinasi ini dirinya akan mensosialisasikan bahwa vaksinasi yang digencarkan saat ini aman bagi masyarakat, terutama di kalangan komunitas dan pemuda.

“Setelah di vaksin kita akan beraktifitas seperti biasa lah. Kemudian kita akan mensosialisasikan bahwa kita sudah divaksin dan aman bagi masyarakat. Perlu diketahui, divaksin itu tidak sakit tidak berasa, saya mau lihat tau-taunya udah selesai,”tuntasnya.

Bagi Doris maupun Beny jika mereka cukup bersemangat dan menyiapkan diri, untuk mendapatkan vaksin yang kedua setelah 14 hari sejak memperoleh vaksin pertama, di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00