FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Canangkankan Role Model Vaksinasi, Walikota Pontianak Sebut Pentingnya Masyarakat Divaksin

KBRN, Pontianak: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat Pencanangan Vaksinasi Covid 19 di Halaman Kantor UDD Palang Merah Pontianak mengemukakan, pentingnya vaksinasi Covid-19 sebagai role model bagi masyarakat Kota Pontianak, dalam melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak khususnya dan Kalbar pada umumnya.

"Kita terus mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat secara luas," ujarnya Kamis (21/01/2021).

Walikota mengatakan, hingga saat ini data warga Kota Pontianak yang terkonfirmasi Covid 19 sebanyak 1000 orang dan tersisa 37 orang yang masih menjalani Isolasi baik mandiri atau dirawat dirumah sakit. Oleh karena itu dimulainya program vaksinasi ini, ditambahkan walikota tidak mesti lengah terhadap protokol kesehatan yakni dengan tetap menerapkan pola 3M yakni Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak.

“Dimulainya vaksinasi ini tidak berarti kita lengah, sampai saat ini kita harus terus menerapkan protokol kesehatan agar kita kembali pulih dan aktifitas kita menjadi normal  kembali,”imbuhnya.

Terkait dengan pencanangan vaksinasi Covid 19 di Kota Pontianak, Edi menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta vaksinasi Covid-19 yang telah bersedia di imunisasi vaksin Sinovac. Dimana ada 22 peserta vaksinasi Covid-19 yang turut andil pada pencanangan vaksinasi Covid-19 mulai dari unsur Forkopimda Kota Pontianak, pejabat, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas dan Jurnalis.

"Setelah menjalani vaksinasi yang pertama ini, mereka akan kembali lagi untuk divaksin dalam waktu 14 hari ke depan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, pada awalnya jumlah calon peserta pada saat pencanangan vaksinasi di ikuti sebanyak 22 orang. Namun dalam proses pelaksanaan screening, ada beberapa diantaranya ditunda vaksinasinya karena beberapa sebab. Semisal memiliki tekanan darah sehingga ditunda vaksinasi terhadap bersangkutan.

“Misalnya ada beberapa yang saat discreening ternyata tekanan darahnya naik sehingga ditunda vaksinasi terhadap bersangkutan," paparnya.

Setelah pencanangan vaksinasi yang telah menyasar tenaga kesehatan di Kota Pontianak sebanyak 725 orang tersebut, sambung Sidiq, selanjutnya vaksinasi menyasar kepada TNI, Polri dan ASN, dalam hal ini diprioritaskan bagi guru atau tenaga pendidik. Hal tersebut bertujuan agar proses pendidikan bisa berjalan kembali karena selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi semua pihak.

"Jika guru telah diimunisasi maka keyakinan pendidikan bisa bergerak dan anak-anak bisa belajar dengan baik," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00