Lounching Desa Bebas TBC, Kubu Raya Komitmen Berdayakan Kader TB untuk SPM Penyakit Menular

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Kesehatan bersama TB Care Aisyiyah meluncurkan program desa bebas Tuberkulosis (TBC) dengan gerakan 'Kepung Bakul’.

Peluncuran program yang dilakukan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di aula Kantor Bupati, Jum’at (23/10/2020) itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemkab Kubu Raya bersama TB Care Aisyiyah dalam menanggulangi TB dan memperkuat koordinasi antara kecamatan dan desa dalam menekan kasus TB di kabupaten ke 12 di Kalbar itu. 

Koordinator program TB Care Aisyiyah Aji Kurniawan mengatakan, pihaknya melalui program Sub-Sub Recipient (SSR) TB Care Aisyiyah Kabupaten Kubu Raya melakukan upaya untuk menyampaikan dan berkoordinasi kepada Camat dan Kepala Desa terkait penanggulangan TB Care Aisyiyah lakukan. Selain itu pihaknya juga menyampaikan indikator program yang meliputi, investigasi kontak, penemuan kasus terduga TB dan indikasi HIV AIDS.

“Dengan diluncurnya program Desa Bebas TB ini diharapkan Camat dan Kepala Desa mendapatkan informasi dari Puskesmas terkait peta sebaran kasus yang dialami dan memiliki pasien TB nya. Dari data pasien tersebut, maka Camat dan Kades harus mengatahui letak sebaran kasus TB ini. Sehingga ada tindak lanjut yang dilakukan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulangan”, kata Koordinator program TB Care Aisyiyah Aji Kurniawan via telfon, Sabtu (24/10/2020).

Aji menuturkan, Aisyiyah sendiri tetap fokus dalam penanggulangan kasus TB itu dan dari program ini TB Care Aisyiyah mengambil tema “Launching Desa Bebas TBC dengan Gerakan Kepung Bakul”. Yang mana tema ini bukan berarti desa itu terbebas dari TBC dan bukan berarti tidak ada kasusnya, namun dengan adanya program ini untuk memotivasi desa tersebut ketika ada beberapa kasus TBC itu bisa cepat mengambil inisiatif upaya penyembuhan yang bekerjasama dengan Puskesmas.

“TB itu sendiri masuk ke dalam 12 indikator keberhasilan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Makanya bagaimana semua pihak bisa bersama-bersama menekan kasus TB ini, namun harapan dari TB Care Aisyiyah yang memiliki rekomendasi yang disampaikan kepada Bupati maupun Dinas Kesehatan berdasarkan analisa situasi yang kami lakukan untuk mencapai Indonesia bebas TBC 2030. Untuk itu, kita mendorong ditetapkannya rencana aksi daerah dengan Peraturan Daerah (Perda), selain itu kami juga mendorong meningkatkan anggaran penanggulangan TB dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam membantu Dinas Kesehatan untuk mempercepat penanganannya karena banyak kasus yang kita temukan, yang mana ketika kasus TB itu ditemukan dan diobati, ternyata ada bebarapa pasien TB yang putus obat, tentunya kondisi ini diperlukan pendampingan”, harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan menyampaikan, Kubu Raya sudah seharusnya bebas dari kasus TB, sehingga untuk mewujudkan desa bebas dari TB ini bukan perkara mudah, tentunya diperlukan kader TBC dalam upaya menekan lajunya kasus TB. Mengingat TB Care Aisyiyah akan berakhir pada tahun 2020 ini, kedepan pihaknya akan mengrekrut seratus lebih tenaga kader TBC yang tersebar di 118 Desa dan 9 Kecamatan, yang nantinya kader TB ini akan dijadikan kader kesehatan penyakit menular dan tidak menular.

“Kalau hanya kader TB saja, tentunya hanya satu penyakit saja, namun jika kader kesehatan penyakit menular dan tidak menular, maka kader itu bisa mendapatkan program yang laiinnya. TBC ini merupakan bagian dari SPM. Yang mana kader TBC ini akan kita sebar di 118 desa dan merupakan kader yang bertugas di Posyandu dan Posyandu Lansia. Kedepannya kader TBC ini akan mendapatkan insentif perbulannya dari Pemkab Kubu Raya melalui program Pengawas Menelan Obat (PMO)”, ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya H. Marijan, S.Pd. M.Kes.

Marijan menambahkan, dalam menekan kasus TB ini, pihaknya melalui seksi pemberantasan penyakit menular, dengan melakukan pemeriksaan melalui laboratorium, sehingga bisa diketahui gejala awal yang dialami pasien dan bisa melakukan tindakan medis yang ketat. Mengingat TB ini merupakan penyakit menular, maka kedepan, pihaknya akan mensinergikan program ini dengan program Selasa dan Jum’at (Salju) Terpadu dan jika mobil PCR itu sudah datang maka pemerikasaan pasien TB ini juga bisa dilakukan pemerikasaan di mobil itu, karena mobil PCR ini bukan hanya untuk penyakit Covid saja melainkan untuk penyakit menular lainnya, termasuk TB.

“Berdasarkan data yang kita miliki, jumlah kasus TB di Kabupaten Kubu Raya sampai akhir September 2020 sebanyak 356 kasus yang tersebar di 9 Kecamatan, diantaranya, Kecamatan Sungai Raya 148 kasus, Sungai Kakap 66 kasus, Sungai Ambawang 38 kasus, Rasau jaya 33 kasus, Kubu 15 kasus, Teluk Pakedai 8 kasus, Terentang 7 kasus, Kecamatan Kuala Mandor B dan Kecamatan Batu Ampar masing-masing 5 kasus”, jelasnya.

Terpisah, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi deklarasi komitmen Desa Bebas Tuberculosis dan penguatan kader relawan TB melalui program binaan lembaga Aisyiyah Kubu Raya dengan jurus gerakan 'kepong bakol'. 

"Program ini sudah sejalan untuk menuju pemetaan digital berbasis geospatial di seluruh sektor dan rumah tangga demi percepatan dan menanjakan kualitas pemenuhan hak-hak dasar rakyat dalam mengejar Kemandirian desa dan setiap rumah tangga bisa hidup layak, tenang dan bahagia", kata Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH. 

Bupati menjelaskan, kader TB ini nantinya juga akan diakomodir Pemkab Kubu Raya melalui Dinas Kesehatan sebagai kader penyakit menular lainnya, sehingga mereka akan sama statusnya dengan kader Posyandu dan kader-kader kesehatan lainnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00