Dikunjungi Bupati Muda, 17 Pekerja Bangunan Asal Jateng Merasa Bingung Hasil Rapid dan Sampel Swab

KBRN, Kubu Raya : Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengunjungi dan memantau perkembangan kesehatan pekerja bangunan proyek Bumi Raya Land yang dinyatakan positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan provinsi Kalbar, Minggu (2/8/2020) malam.

Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (masker dan sarung tangan) Bupati Muda menyempatkan diri berbincang langsung dengan 17 pasien positif Covid-19 yang di tempatkan di rumah isolasi Covid-19 Kubu Raya. 

Untuk mengetahui perkembangan kesehatan pasien, Bupati Muda secara intens dan penuh semangat menanyakan satu persatu 

pasien positif Covid-19 yang menempati 3 ruangan di rumah isolasi tersebut. Yang mana Bupati Muda mendatangi setiap ruangan yang ditempati 5 hingga 6 pasien itu. 

Kunjungan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang di dampingi Kepala Dinas Kesehatan Marijan bersama Kepolsek Rasau Jaya Iptu Dede Hasanudin memberikan semangat bagi 17 pasien positif Covid-19 yang mayoritas asal Jawa Tengah dan sudah bekerja satu tahun di proyek bangunan yang berada tepat di belakang Transmart Kubu Raya. Kesempatan inipun dimanfaatkan pasien positif Covid-19 untuk curhat kepada Bupati Muda Mahendrawan. 

Satu diantara pasien Covid-19 Mauri menyampaikan keluh kesahnya kepada Bupati Muda, yang mana sebelum dilakukannya rapiet tes, dirinya bersama teman-temannya hendak pulang ke kampung halamannya di sejumlah Kabupaten dan Kecamatan di provinsi Jawa Tengah, namun dengan adanya rapit test ini, dirinya bersama teman-temannya harus rela mengundur waktu kepulangannya. 

"Sebenarnya kami semua sudah sepakat untuk  pulang ke kampung halaman kami masing-masing untuk merayakan Idul Adha, namun kami terkejut saat kami didatangi petugas medis yang melakukan rapid test dan kami sendiri tidak mengetahui petugas dari mana yang melakukan rapid test itu pak, soalnya setelah kami pulang lembur kerja sekira pukul 03.00 wiba, tiba-tiba pagi harinya kami didatangi puluhan Satpol PP dan tenaga medis yang akan melakukan rapid test itu pak Bupati, tentunya saat itu kondisi tubuh kami sangat capek dan spontan kami semua terkejut pak", cerita satu diantara pasien positif Covid-19 Mauri kepada Bupati Muda Mahendrawan saat mengunjungi rumah isolasi Kubu Raya, Minggu (2/8/2020) malam. 

Mauri juga mempertanyakan hasil rapid test yang dilakukan kepada dirinya dan teman-temannya, karena hasil rapid test yang dilakukan ke 4 temannya yang dinyatakan reaktif, namun dari hasil swabnya negatif. 

"Ada 4 teman kami hasil rapid testnya reaktif semuanya, namun setelah dilakukan swab hasilnya negatif semuanya. Jadi apa yang menjadi tolak ukur pasien itu positif. Padahal kami yang ada di sini tidak merasakan sakit apa-apa pak. Makanya oleh petugas medis menyampaikan ke kami, kalau kami semuanya tergolong Orang Tanpa Gejala (OTG)", tuturnya sambil kebingungan dan penuh tanya. 

Mauri sangat berterima kasih dan bangga atas kepedulian Bupati Kubu Raya, karena telah mengunjungi dan melihat perkembangan kesehatan dirinya bersama teman-temannya. Tentunya kondisi ini jarang dilakukan oleh Kepala daerah manapun di Indonesia. 

"Kami disini semuanya tidak menyangka kalau pak Bupati Kubu Raya mau datang mengunjungi kami malam-malam di sini. Jujur pak Bupati, kami bangga sekali karena bapak peduli dengan kesehatan kami meski kami bukan warga Kubu Raya. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak kepada pak Bupati. Insya Allah pada hari selasa tanggal 4 Agustus nanti, kami berencana akan pulang pak", ucapnya sambil bersyukur. 

Hal senada juga disampaikan Guntoro pasien positif Covid-19 lainnya. Guntoro menceritakan kedatangannya ke Kubu Raya merupakan yang kedua kalinya untuk menyelesaikan proyek pembangunan Bumi Raya Land. Setelah sebelumnya pada tahun 2019 lalu dirinya juga sudah mulai bekerja di tempat itu dan kedatangannya kali kedua di Kubu Raya untuk menyelesaikan pekerjaan saya. 

"Selama saya bekerja menyelesaikan proyek bengunan Bumi Raya Land sejak 4 bulan ini, saya tidak pernah ke Transmart Kubu Raya. Makanya dirinya menyayangkan adanya pernyataan kalau pekerja Transmart Kubu Raya positif Covid-19. Jangankan mau main atau belanja, mau masuk aja kami tidak pernah pak. Karena kalau pulang kerja, kami langsung ke mess kami", katanya. 

Guntoro merasa terkejut setelah dirinya dinyatakan positif Covid-19. Karena dirinya merasa tidak merasakan sakit ataupun gejala Covid-19. 

"Saya sendiri bingung, kok bisa saya dinyatakan positif Covid-19, padahal saya tidak memiliki penyakit dan tanda-tanda Covid-19", paparnya. 

Sama halnya dengan Mauri, Guntoro juga harus rela menunda kepulangannya ke Jawa Tengah akibat dinyatakan positif Covid-19. Namun dirinya bersama teman-teman lainnya termasuk Mauri sepakat kalau hari Selasa tanggal 4 Agustus nanti dia akan pulang. 

"Jujur pak Bupati, kami rombongan yang semuanya asal Jawa Tengah ini sudah membeli tiket pulang ke Semarang. Tapi kita juga harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah Kalbar. Keluarga saya sudah nelfon saya untuk menanyakan kapan saya pulang dan saya belum berani menyampaikan kalau saya sekarang di isolasi karena positif Covid-19, karena saya takut kalau istri dan anak saya syok mendengarnya", katanya. 

Sama halnya dengan Mauri, Guntoro juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang telah mampir di sini (rumah isolasi Covid-19) .

"Alhamdulillah pak Bupati Kubu Raya ini sangat perhatian dan peduli terhadap kami di sini. Karena malam2 mau jenguk kami di sini. Tentunya ini suatu kehormatan dan kebanggaan dari kami, karena sosok kepala daerah ini berani berinteraksi dengan kami yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Salut dan dua jempol deh untuk Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan", ucapnya bangga. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00