Masyarakat Rasakan Langsung Manfaat Layanan Satu Juta Akseptor

KBRN, Kubu Raya : Sasaran program satu juta akseptor di Kabupaten Kubu Raya yang sebanyak 634 optimis dapat tercapai karena di Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana (DP3AKB) Kubu Raya saja pada pukul 11.00 wib sudah berhasil melayani seratus lebih peserta KB, belum termasuk di semua Puskesmas yang ada.

Kepala Bidang pelatihan dan pengembangan Badan Kependudukan dan keluarga benerncana Nasional (BKKBN) provinsi Kalimantan Barat, Sondang Ratna Utari di tengah palayanan KB satu juta akseptor di Kantor DP3AKB Kubu Raya, Senin (29/6/2020) berharap dengan momen seperti ini masyarakat marasakan manfaat langsung, bagaimana menjadi keluarga yang berketahanan yang sehat, ibu anak, bahkan meski di tengah pendemi covid seperti sekarang tetap harus lebih semangat.

“Jangan sampai rapid test non reaktif atau negative tetapi ibunya positif, tapi harapannya meskipun pandemi wabah tetaplah kita menjaga jarak kehamilan, kemudian mengatur kehamilnanya , sehingga keluarga itu menjadi berkualitas, seorang ibu mempunyai anak mempunyai jarak itu akan lebih terfokus dalam membina atau membesarkan anaknya”, ungkap Sondang.

Menyinggung program satu juta akseptor sendiri, Sondang menyatakan bahwa sebutan itu mengandung makna banyak, artinya semuanya harus terjaring dan jika diibaratkan menangkap ikan jangan sampai lolos, sehingga seluruh masyarakat merasakan pelayanan atau fasilitasi pemerintah terhadap kesehatannya, karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga menjadikan keluarga tidak hanya sehat tetapi juga bahagia dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Kubu Raya dr. Dyah Tut Wuri Handayani mengatakan,  khusus pelayanan KB jemput bola sendiri tentu terkait dengan pendemi covid-19, dimana kunjungan ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan KB  yang semakin berkurang, sehingga melakukan pelayana KB di luar jadwal rutin.

“Jadi memang ini dari bantuan pemerintah desa , bantuan dari petugas lapangan keluarga berencana mendata supaya  tidak terjadi drop out atau putus KB  atupun sekaligus kita kerajasama dengan dinas kesehatan terkait dengan program salju Selasa Jumat yang dicanangkan oleh pak Bupati Kubu Raya kita melakukan bekerjasama dengan Puskesmas  melakukan kunjungan ke rumah, terutama ibu-ibu hamil”, ujarnya.

Dyah mengatakan, program Selasa Jumat kunjungan ke ibu-ibu hamil di Kubu Raya ini , terutama memberikan informasi dan edukasi   dengan harapan menjadi  peserta KB pasca persalinan. Selain itu juga melaui kegiatan-kegiatan yang di luar jadwal rutin, yakni terjadwal di lapangan dengan melibatkan  semua pihak untuk melakukan pelayanan ini. “Apalagi saat ini kita ada layanan KB gratis satu juta akseptor di puskesmas-puskesmas serangkaian Harganas tentu akan membantu program-program BKKBN”, tukas Dyah (Hermanta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00