Kebijakan New Normal Jadi Pro Kontra, Pemkot Masih Kaji Efektifitas Penerapannya

KBRN, Pontianak ; Kebijakan new normal yakni skema mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi atau kebijakan yang memperbolehkan masyarakat bebas beraktivitas di luar rumah tapi tetap mematuhi sejumlah protokol kesehatan seperti keharusan memakai masker, menjaga jarak, membatasi kerumunan, dan melakukan screening suhu di kantor serta tempat-tempat umum lainnya hingga kini masih jadi pro dan kontra di Indonesia tak terkecuali di Kota Pontianak.

Penerapannya yang dinilai terkesan buru-buru dan tidak mempertimbangkan situasi Covid-19 yang hingga kini belum terkendali menjadi alasan sejumlah pihak terlihat kurang setuju dengan keputusan Presiden Joko Widodo ini.

“Sampai saat ini Pemerintah Kota Pontianak masih mengkaji keefektifitasan penerapan kebijakan new normal yang juga disebut hidup berdamai dengan Covid-19 itu dan kita masih belum memutuskan apapun”,tegas Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono seusai memimpin rapat di Ruang Pontive Center, Rabu (27/5).

Kendati demikian, menurut Edi pemberlakuan kebijakan new normal di Pontianak belum memungkinkan diterapkan dalam waktu dekat lantaran tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat menaati protokol kesehatan baru mencapai 60 persen.

“Pastinya semua yang kita putuskan berdasarkan kajian sosial maupun ekonomi, semua nya tetap mengutamakan protokol kesehatan masyarakat. Sekarang gimana kalau kita mau menerapkan new normal jika masyarakatnya ternyata belum disiplin, misalnya di luar masih tidak mau pake masker dan jaga jarak itu kan berat juga. Tapi kalau komitmen masyarakat dalam mematuhi protokol Kesehatan sudah baik, maka kebijakan new normal bisa saja dilakukan ”, ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Polisi Komaruddin yang meminta Wali Kota Pontianak memastikan dulu kondisi kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan sebelum nantinya resmi diterapkan.

“Saya sebagai Kapolresta Pontianak Kota menyarankan kepada bapak Wali Kota pastikan dulu masyarakat kita disiplin baru kita akan berlakukan new normal. Tapi Kalau mereka masih tidak disiplin kita akan menurunkan personil dalam jumlah besar untuk melakukan pembatasan secara masif. Namun, kalau masyarakt sudah patuh pelan-pelan kita akan kurangi personil yang ditugaskan menjaga beberapa titik lokasi”, tambahnya.

Untuk menerapkan kebijakan new normal ini masyarakat memang dihimbau patuh menjalankan protokol Kesehatan agar penularan Covid-19 bisa diminimalisir. Apalagi, sebelumnya Pemerintah memang menerapkan aturan ini dengan tujuan memulihkan roda perekonomian yang sempat terpuruk imbas virus corona. Adapun empat provinsi di Indonesia yang sudah siap menerapkan kebijakan  new normal yakni, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Gorontalo. (Kiki)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00