Jelang Lebaran, Wali Kota Pontianak Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan

KBRN, Pontianak ; H-1 jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, mobilisasi warga di Kota Pontianak kian padat.  Adanya kelonggaran aktivitas di sejumlah titik lokasi dari Pemerintah Kota Pontianak malah membuat warga memanfaatkan kondisi ini untuk belanja besar-besaran. Padahal sebelumnya Pemerintah sudah melarang warga melakukan panic buying di tengah situasi Covid-19 yang hingga kini belum terkendali.

Bahkan keadaan ini semakin miris karena masih ditemukan warga yang abai terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah.  Oleh karena itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono kembali mengimbau kepada warga agar mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan mencuci tangan saat sedang  berada di luar rumah, mengingat jelang lebaran hiruk pikuk pusat perbelanjaan dan jalanan di Kota Khatulistiwa bertambah ramai.

"Saya mengimbau saja kepada seluruh warga khususnya Kota Pontianak, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu dengan mematuhi anjuran Pemerintah diantaranya menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak penting. Karena Pemerintah juga tidak melarang warga membeli kebutuhan di pasar", tegasnya, Sabtu (23/5).

Diakuinya, budaya belanja jelang lebaran ini juga bisa menjadi stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha UMKM yang terdampak virus corona, sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian yang sempat lumpuh selama beberapa bulan belakangan.

"Tapi, ya itu tadi warga Kota Pontianak tetap harus patuhi protokol kesehatan dari Pemerintah", imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah meminta seluruh Pemerintah Daerah meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan. Pengawasan ini dinilai sangat penting guna mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia. Selain itu, pengawasan terhadap warga yang terlanjur mudik di kampung halamannya masing-masing pun harus dilakukan secara terukur dan diharapkan tidak terjadi langkah-langkah screening yang berlebihan. (Hermanta/Kiki)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00