Hindari Resiko Penularan, Bupati Kubu Raya Himbau Warga Takbiran dan Sholat Ied di Rumah Masing-masing

KBRN, Kubu Raya : Berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji nomor 451/1213/Kesra-A prihal Protokol Kesehatan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1441 H/2020, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menghimau ummat di Kabupaten itu agar dapat mengikuti anjuran Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melaksanakan shalat Idul Fitri (Ied) di kediman masing-masing bersama keluarga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya menghimbau kepada seluruh ummat muslim yang ada di penjuru Kubu Raya yang tersebar di 118 di 9 Kecamatan, untuk tetap melaksanakan shalat Ied di rumah masing-masing bersama keluarga sesuai dengan anjuran pemerintah. Mengingat sampai saat ini masih menunjukkan kekhawatiran dalam angka penularan dan hingga saat ini juga belum diketahui pasti kapan puncak penularan Covid-19 di Indonesia ini”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di kediamannya Jalan Tanjungsari 169 Kota Pontianak, Kamis (21/5/2020).

Orang nomor satu di Kubu Raya itu mengharapkan warga bisa memahami situasi pandemi wabah Covid-19. Tentunya kondisi ini juga tergantung masyarakat itu sendiri, sehingga warga diminta disiplin menjalankan anjuran Pemerintah dan MUI untuk menghindari berkumpulnya orang dalam jumlah banyak secara bersama-sama, termasuk menjalankan ibadah shalat ied berjamaah di lapangan atau di Masjid.

“Dalam kondisi pandemi saat ini, sebaiknya kegiatan itu tidak dilaksanakan demi melindungi kesehatan diri sendiri bersama keluarga dan ummat secara luas. Terlebih daerah kita merupakan wilayah yang berada di dekat dan berbatasan langsung dengan wilayah Ibukota Provinsi Kalbar yaitu kota Pontianak, saya harap warga bisa memahami kondisi ini”, harapnya.

Untuk itu, Bupati Muda minta ummat agar bisa bersikap bijak dan negarawan dalam menghadapi situasi ancaman penyebaran sekaligus turut berkontribusi dalam  upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Meski ada sebuah tradisi dan kultur sosial di masyarakat yang juga perlu kita sikapi dengan bijak dan negarawan, agar pandemi ini bisa cepat berakhir", ucapnya. 

Bupati menjelaskan, selain Shalat Ied, yang tidak kalah penting adalah malam takbiran. Dalam melaksanakan malam takbiran ini, dirinya menghimbau ummat untuk melaksanakannya di kediaman masing-masing, dan tidak melakukan takbiran keliling karena dihawatirkan juga berpotensi akan menimbulkan berkumpulnya orang dalam jumlah cukup banyak apalagi dalam waktu yang berlangsung cukup lama. Meski dilakukan dirumah, hal yang paling terpenting wajib mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Untuk kegiatan takbiran keliling, saya anjurkan agar tidak dilaksanakan. Karena saat ini kita semua sedang berusaha menghindari resiko penularan. Saya harap ummat bisa memahami kondisi ini”, harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00