Peran Penting Sistem Endokrin dalam Menjaga Kesehatan Tubuh

  • 06 Apr 2026 17:12 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Sistem Endokrin
  • Obesitas

RRI.CO.ID, Pontianak - Dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dr. Amanda Trixie Hardigaloeh, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, menjelaskan bahwa sistem endokrin merupakan satu kesatuan yang sangat penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh manusia.

Menurutnya, sistem endokrin bekerja sebagai satu rangkaian yang melibatkan berbagai kelenjar dan hormon di dalam tubuh. “Endokrin itu ibarat satu jaringan atau sistem yang saling terhubung dan mengatur kerja banyak kelenjar serta hormon,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.

Ia menambahkan bahwa kelenjar dan hormon berperan besar dalam berbagai proses penting, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, hingga metabolisme. Oleh karena itu, jika terjadi gangguan pada sistem ini, maka dapat memicu munculnya berbagai penyakit.

“Karena kelenjar dan hormon berkaitan langsung dengan banyak fungsi tubuh seperti pertumbuhan dan metabolisme, maka ketika sistem ini terganggu, dampaknya bisa menyebabkan penyakit,” jelasnya.

Salah satu penyakit yang paling umum dikenal masyarakat terkait sistem endokrin adalah diabetes. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan gangguan pada hormon insulin. “Secara medis, diabetes terjadi karena adanya gangguan pada hormon insulin,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa hormon insulin diproduksi oleh pankreas. Karena itu, gangguan pada organ tersebut menjadi salah satu penyebab utama diabetes. Selain pankreas, gangguan endokrin juga dapat terjadi pada kelenjar lain, seperti tiroid maupun organ reproduksi.

“Kasus yang paling banyak memang diabetes yang berkaitan dengan pankreas. Selain itu, gangguan pada tiroid juga cukup sering ditemukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti hubungan antara obesitas dan penyakit endokrin, terutama diabetes. Berdasarkan data nasional, prevalensi diabetes berada di sekitar 11 persen, sedangkan obesitas mencapai kurang lebih 30 persen dan cenderung terus meningkat.

“Obesitas bisa memicu berbagai kondisi seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, hingga masalah lain seperti pengapuran, infertilitas, bahkan penurunan fungsi kognitif,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa obesitas kini tidak lagi dianggap sebagai tanda kesejahteraan, melainkan sudah dikategorikan sebagai penyakit yang dapat memicu berbagai komplikasi. Untuk mencegah obesitas, ia menyarankan agar menjaga keseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi.

“Prinsipnya, obesitas terjadi karena asupan lebih besar daripada energi yang dikeluarkan. Jadi, kita perlu mengurangi asupan dan meningkatkan aktivitas fisik agar seimbang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan pola makan serta peningkatan aktivitas fisik sebagai langkah utama pencegahan.

“Pengendalian pola makan dan aktivitas fisik adalah kunci utama dalam mencegah obesitas dan diabetes agar tetap seimbang,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....