Mengenal Istilah Amusia dan Cara Menanganinya

  • 24 Feb 2026 21:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Musik adalah bahasa universal yang mampu membangkitkan emosi, menyatukan orang dari berbagai budaya, dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua orang dapat merasakan atau memproses musik dengan cara yang sama. Ada sebagian kecil individu yang mengalami kesulitan mengenali nada, membedakan melodi, atau merasakan harmoni, kondisi ini dikenal sebagai amusia.

Amusia merupakan gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami dan mengolah unsur-unsur musik, seperti tinggi rendah nada dan irama. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai sekadar “tidak berbakat musik” atau “tidak bisa bernyanyi,” padahal amusia berkaitan dengan cara otak memproses informasi musikal. Penderita amusia mungkin, sulit mengenali lagu yang familiar dan tidak menyadari jika nada sumbang. Namun, pendengaran mereka normal dan kemampuan bahasa biasanya tetap baik.

Ada 2 jenis Amusia yang perlu diketahui :

  1. Amusia Kongenital (Bawaan)

Hal ini sudah ada sejak lahir, tidak disebabkan oleh cedera otak. Namun, diperkirakan memengaruhi sekitar 3–5% populasi.

  1. Amusia Didapat (Acquired Amusia)

Hal ini terjadi akibat cedera otak, stroke, atau trauma kepala. Bisa muncul setelah kerusakan pada area otak yang memproses musik.

Kemudian, untuk mengobati hal ini, terutama untuk amusia kongenital, belum ada terapi yang benar-benar menyembuhkan, tetapi latihan musikal dapat membantu meningkatkan sensitivitas nada. Sementara, untuk amusia akibat cedera, dapat dilakukan dengan terapi rehabilitasi neurologis yang mungkin membantu, tergantung dari tingkat kerusakan otak.

Meskipun belum ada metode penyembuhan yang sepenuhnya efektif, pemahaman yang lebih luas tentang amusia dapat membantu mengurangi stigma serta kesalahpahaman yang sering muncul. Dukungan lingkungan, latihan yang tepat, dan pendekatan yang empatik dapat membantu individu dengan amusia tetap percaya diri dan menikmati musik dengan caranya sendiri.

Pada akhirnya, mengenal amusia bukan hanya tentang memahami sebuah gangguan, tetapi juga tentang menghargai keberagaman kemampuan manusia. Setiap orang memiliki keunikan dalam cara mereka merasakan dunia, termasuk dalam menikmati alunan musik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....