Mempawah, Hasil Inpute-PPGBM, Terdapat 1.105 Balita Dengan Stunting atau 9.25 Persen.

KBRN, Pontianak : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah menggelar penyusunan regulasi daerah terkait stunting di wilayah Mempawah di Wisata Nusantara, Mempawah, Selasa (5/7/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kegiatan tersebut juga dibarengi dengan regulasi dan strategi komunikasi perubahan perilaku pencegahan stunting di Kabupaten Mempawah Tahun 2022. Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi.

"Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Mempawah, kita telah melakukan berbagai akselerasi pembangunan upaya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah masalah stunting, khususnya yang merupakan masalah kesehatan masyarakat," tegasnya.

Pagi menambahkan, di tahun 2022 stunting masih merupakan masalah nasional yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama (gizi kronis) dan penyebabnya dimulai dari bayi dalam kandungan dan baru terlihat pada saat anak berusia dua tahun.

"Karena menurut data hasil input dari Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) bulan Februari tahun 2022 di Kabupaten mempawah dari 11.955 orang balita yang diinput di e-PPGBM, terdapat 1.105 orang balita dengan stunting atau 9.25 persen yaitu pendek dan sangat pendek," tegasnya.

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Mempawah berada pada kategori rendah yakni di bawah prevalensi stunting angka nasional yaitu 24,2 persen di tahun 2021.

Masalah stunting berdampak sangat serius. Selain menyebabkan anak berdampak pendek, lemah, kemampuan dalam berpikir juga berisiko dan sering terkena penyakit, yang disebabkan oleh masalah yang multikomplek.

"Sehingga dalam penanggulangannya memerlukan penanganan yang serius, tidak saja oleh jajaran kesehatan, namun melibatkan semua sektor dalam penanganan faktor spesifik (langsung) maupun sensitif (tidak langsung)," ujarnya.

Dengan melakukan surveilans gizi, monitoring dan evaluasi terhadap indikator yang terkait penyebab masalah gizi yang dilakukan secara terus menerus, baik situasi normal maupun darurat meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis dan pengkajian data secara sistematis serta penyebarluasan informasi untuk pengambilan tindakan sebagai respons segera dan terencana.

"Jika dilihat dari hasil data pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (e-PPGBM) bulan Februari didapat angka kasus stunting di sembilan kecamatan di Kabupaten Mempawah. Kecamatan Jungkat dari 1.493 balita diinput terdapat 253 balita stunting (9.65 persen)," ujarnya.

Pagi menegaskan, dalam rangka percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Mempawah menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 96 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Selain itu, juga telah disusun rancangan aksi daerah dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Mempawah.

"Dengan pertemuan rembuk stunting ini, saya harapkan nantinya semua kecamatan dan desa/kelurahan untuk membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan segera melakukan rembuk stunting di masing masing tingkatan," ujarnya.

Pagi menjelaskan bahwa rembuk stunting ini dimaksudkan untuk melahirkan rencana kegiatan, baik di kecamatan maupun kelurahan dan desa, dalam percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing sesuai dengan rencana aksi daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar