DP2KBP3A Pontianak : Daun Kelor, Efektif Turunkan Stunting Hingga 50 Persen

KBRN, Pontianak : Pemerintah kota Pontianak  menunggu adanya langkah-langkah dari bawah, dengan adanya lomba yang berjenjang dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi dan nasional. Setiap kelurahan memberikan inovasi dengan kampung tematik. Salah satunya di RW Keluarahan Pal V Kecamatan Pontianak Barat memunculkan inovasi dengan tiap rumah menanam daun kelor. 

"Memang dari data yang ada daun kelor memiliki keunggulan terutama mineral dan vitamin, Misalnya untuk kalium daun kelor tujuh kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan buah pisang,"ungkap  Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro, di Pontianak, Minggu (22/5/2022).

Menurut Multi Juto Bhatarendro, hal ini tentu penting bagi masyarakat, terlebih daun kelor tidak susah untuk ditanam masyarakat. Daun kelor cepat tumbuh dan bercabang tinggal diambil daunnya diseduh dan diolah misalnya menjadi bubur. Lalu bisa juga dibuat menjadi agar-agar yang menjadi kesukaan anak-anak. Diversifikasi makanan terjadi saat tersebut. Dengan adanya terobosan daun kelor ini stunting Kelurahan Pal V turun 50 persen. 

"Kita akan terus melakukan pemantauan, ini membuktikan bahwa bahan-bahan yang ada disekitar kita terbukti efektif untuk menurunkan stunting seperti daun kelor ini,"harapnya.

 Meskipun menurutnya memang banyak faktor yang bisa mempercepat penurunan stunting namun yang terpenting memang harus diperhatikan yakni asupan gizi yang dikonsumsi ibu hamil dan bayi.Stunting Kelurahan Pal V dari 14 persen menjadi 7 persen dalam satu tahun. Dari 2020 ke 2021.

" Itu pencapaian yang fantastis bagi saya karena secara nasional angka stunting ditarget turun menjadi 14 persen, " tuturnya.

Dengan kolaborasi semua pihak dan upaya keras kita harapkan target tersebut bisa tercapai. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar masyarakat diantaranya daun kelor. Selain itu untuk mencukupi kebutuhan protein hewani setiap keluarga bisa memelihara ayam.Gizi daun kelor lebih tinggi, Saya menginginkan replikasi yang sudah dilakukan bisa dikembangkan untuk kelurahan lainnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Eka Sulistya Ediningsih   mengaku sangat mendukung desa percontohan di Pal 5 Pontianak yang memanfaatkan dan mengkonsumsi daun kelor untuk penurunan stunting. Bahkan dengan mengkonsumsi daun kelor  terbukti dapat menurunkan stunting hingga 50 persen. Menurut Eka Sulistya Ediningsih, fakta ini tentu merupakan hal yang luar biasa, dengan harapan dapat diaplikasikan di daerah lain."Saya juga sepakat dengan  Kepala DP2KBP3A Kota Pontianak, bahwa kita harus mengupayakan agar anak-anak kita memproduksi protein hewani,"tuturnya.

Lebih lanjut Eka Sulistya Ediningsih mengatakan, bahwa di Kota Pontianak ini banyak di dapatkan, misalkan ayam, ikan lele, telur dan sebagainya. Hanya saja yang menjadi masalah tidak semua keluarga di Kota Pontianak mampu membeli peotein, sehingga ada baiknya  tokoh- tokoh masyarakat atau siapapun mau menjadi bapak asuh untuk memberikan makan bergizi agar tidak ada risiko stunting. Menurut Eka di provinsi-provonsi lain di Indonesia, program bapak asuh ini sudah dilakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar