Tarif PCR di PLBN Entikong di Luar Batas, Ada Dugaan Praktek Pungli

KBRN, Pontianak : Dugaan laboratorium swasta yang patok tes polymerase chain reaction (PCR) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong seharga 600 ribu rupiah, mendapat reaksi keras dari Sekda Kalimantan Barat.

Sekda Kalimantan Barat Harisson menegaskan akan membawa kasus ini ke pihak kepolisian, karena tarif PCR itu tidak sesuai dengan ketetapan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Sesuia Surat Edaran (SE) nomor HK.02.02/I/4198/2021 tentang pelaksanaan ketentuan atas batas tarif tertinggi Pemeriksaan Covid-19 Rp 275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp 300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali,” jelas Horisson, Senin (16/5/2022).

Menurut Horison, dugaan tarif PCR yang ditetapkan di PLBN Entikong sebesar Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu,” beber Harisson,

Saya kata Horisson, mendapat laporan ini, dan sangat kecewa karena mereka tidak mematuhui aturan terkait tarif PCR yang diduga di luar batas itu.

“Ini termasuk prakltek pungli, jadi jangan pernah main-main dengan harga yang telah ditetapkan dan ancamannya adalahg pidana,” tegas Harisson.

Harisson memastikan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan kepolisian atas laporan yang masuk kepada lnya berkaitan dengan dugaan pungli tersebut, guna dilaporkan kepada kepolisian.

“Adanya dugaan oknum di PLBN yang main mata dengan Laboratorium Swasta untuk menarik tarif PCR di luar apa yang telah ditentukan Kemenkes,” ungkapnya.

Harisson pun menyatakan bahwa tarif PCR masih Rp300 ribu untuk di Pontianak maupun di Entikong dalam kondisi apapun, tetap segitu tarifnya, ini sesuai ketentuan di luar pulau Jawa dan Bali.

“Ini sama saja dengan menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Kalbar, termasuk pertumbuhan ekonomi di Kalbar secara umum, karena menghambat dan membebani lalu lintas orang di perbatasan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar