Dinkes Beberkan Alasan Anak Usia 6-11 Tidak Bisa Divaksin

KBRN, Pontianak ; Pemerintah Kota Pontianak sudah memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun beberapa waktu lalu. Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Sidig Handanu mengungkapkan sejauh ini vaksinasi pada anak masih berjalan lancar.

“Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi petugas vaksinator dalam pemberian vaksin tersebut diantaranya adanya temuan anak yang mengalami alergi terhadap obat-obatan sehingga vaksinasi di sekolah atau di puskesmas pun terpaksa ditunda,”ungkapnya, Minggu (23/1/2022).

Dikatakan Sidig, untuk anak yang mengalami gejala alergi tersebut perlu dilakukan observasi khusus oleh dokter spesialis anak sebelum divaksin. Kemudian, jika kondisinya sudah memungkinkan untuk divaksin anak itu harus disuntik di rumah sakit.

“Selain menderita penyakit bawaan (komorbid), tidak menutup kemungkinan anak juga bisa mengalami penyakit hipertensi, pasalnya kita sudah menemukan anak yang tekanan darahnya diatas 140 yang mana dalam kondisi itu anak tidak boleh divaksin,” ujarnya.

Kendati demikian, Sidig pun menuturkan beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab anak mengalami tekanan darah tinggi saat akan divaksin.

“Yang pertama kita pikirkan adalah faktor psikologis, mungkin hari ini mau disuntik tekanan darahnya naik. Kemudian, kedua karena faktor aktivitas bisa jadi anaknya abis lari-lari jadi tensi darahnya pun naik. Selanjutnya yang ketiga kita lihat dari faktor keturunannya apakah orang tua nya memiliki riwayat hipertensi. Dan yang terakhir kita duga memang anak ini mengalami penyakit itu,” jelasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Pontianak mentargetkan 65 ribu anak usia 6-11 tahun bisa divaksin Covid-19 hingga akhir Februari 2022. Sementara Jenis vaksin yang disuntikan kepada anak-anak adalah vaksin Sinovac dengan dosis 1,5 ml. Vaksinasi ini dinilai perlu dilakukan agar capaian vaksinasi bisa terpenuhi seratus persen dan mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity) pada anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar