Kasus Covid 19 Kota Pontianak Mulai Meningkat Lagi, Satgas Provinsi Ingatkan Pemkot Pontianak dan Kuburaya

KBRN, Pontianak: Kasus Covid 19 di Kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya mulai menunjukkan peningkatan kembali, dimana hingga saat ini sudah tercatat 15 kasus terkonfirmasi baru. Oleh karena itu, Satgas Covid 19 Provinsi Kalimantan Barat, mengingatkan Pemerintah Kota Pontianak agar tetap waspada dan memperketat protokol kesehatan.

“Peningkatan kasus ini diperoleh dari hasil tracing, diantaranya pendatang usai melaksanakan perjalanan dari luar Kalbar. Dimana, pendatang ini mengalami gejala batuk dan pilek. Setelah melaksanakan PCR mandiri, hasilnya positif dengan nilai CT 17, dan diperiksa satu keluarga, ternyata positif semua,” ungkap Wakil Ketua 8 Satgas Covid 19 Provinsi Kalbar dr. Harrison, M. Kes Jum’at (21/01/22).

Selain itu, lanjut Harrison terdapat satu orang karyawan warung kopi di Kota Pontianak yang terkonfirmasi positif, yang turut menambah jumlah kasus konfirmasi Covid 19 di Kota Pontianak. “Jadi kasus konfirmasi di Kota Pontianak saat ini meningkat. Terakhir 15 kasus, 8 kasus itu kluster sekolah. Setelah melakukan tes swab PCR, di dapati 6 orang anak murid dan 2 orang guru dinyatakan positif,” imbuhnya.

Lebih lanjut Harrison mengutarakan, upaya yang harus dilakukan adalah dengan pencegahan terhadap penularan lebih luas pada lingkungan sekolah, yakni dengan cara menutup sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) apabila terjadi kluster sekolah.

“Berdasarkan SKB empat menteri, apabila terjadi kluster sekolah, maka sekolah itu harus diliburkan selama 14 hari sebenarnya, sementara Pemerintah Kota Pontianak hanya meliburkan selama 7 hari saja. Satgas provinsi sudah memberitahukan kepada Sagas kota agar meliburkan sekolah dasar di kota itu selama satu minggu,” tandasnya.

Karena berkaca pada kluster salah satu sekolah dasar di Kota Pontianak, Satgas Covid 19 Provinsi Kalbar juga sudah mengirimkan surat kepada seluruh kabupaten kota di Kalbar untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan PTM dan juga sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan yang ada di sekolah-sekolah.

“Jadi mereka harus melaksanakan swab PCR kepada sekolah-sekolah, kemudian mengevaluasi sarana dan prasaran kesehatan di sekolah. Apakah ada tempat cuci tangan, tersedia handsanitizer, siswa memakai masker atau tidak, kemudian jarak sudah terjaga atau tidak. Dan ini harus kita evaluasi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar