LimbCare Center Donasikan Produk Bantu Penyandang Disabilitas

KBRN, Pontianak : Dalam rangka menyambut World Disability Day atau Hari Disabilitas Internasional yang bertepatan pada 3 Desember lalu, LimbCare Center yang merupakan startup penyedia alat bantu tubuh menggunakan 3D technology pertama di Indonesia, mengadakan serangkaian acara webinar bertajuk “Hari Disabilitas Internasional: Menjadikan Isu Disabilitas Inklusif” melalui video conference.

Acara tersebut diisi oleh narasumber di berbagai sektor yang ahli dalam isu disabilitas, diantaranya yaitu Stephani Handojo yang merupakan Atlet Renang & Bowling Special Olympics Indonesia, Fany Efrita dari Staf Khusus Kantor Staf Presiden RI, dr Lydia Arfianti SpKFR(K) yaitu seorang Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi, serta pendiri komunitas Bumi Disabilitas yaitu Yuni Widiawati.

Dalam pemaparan nya, Fany mewakili sektor pemerintah menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Republik Indonesia tengah berupaya untuk menjadikan isu disabilitas menjadi lebih inklusif.

“Pemerintah pusat sudah melakukan  upaya positif yang berkaitan dengan terwujudnya isu disabilitas inklusif di masyarakat. Hal tersebut disahkan oleh pemerintah pusat dalam amanah Undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Jadi saat ini sudah ada 7 Peraturan Pemerintah (PP) dan 4 Peraturan Presiden (Perpres) serta saat ini pula yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik yaitu dengan dibentuknya 7 Anggota Komisioner Nasional Disabilitas sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam perlindungan dan hak bagi para penyandang disabilitas” katanya.

Fany menambahkan bahwa untuk menuju kepada tahap inklusi di tengah masyarakat membutuhkan waktu dan saat ini kita semua sedang bergerak untuk menuju kesana.

Acara yang memiliki pendaftar ratusan penyandang disabilitas dan orang-orang yang peduli terhadap isu disabilitas tersebut menganggap bahwa masing-masing dari mereka merasa tidak sendiri, sama-sama memiliki semangat untuk berjuang ditengah keterbatasan yang ada, serta mencoba untuk mengadvokasikan beriringan antar berbagai stakeholder. 

Salah satu peserta yang berasal dari Semarang yaitu Ana Oktavia telah menceritakan pengalamannya selama ini sebagai penyandang disabilitas yang masih banyak stigma serta diskriminasi dalam masyarakat. Dia merasa bahwa dengan hadirnya forum seperti ini dapat memperkuat langkahnya untuk terus berjuang dan menjadikan isu disabilitas menjadi lebih inklusif.

Bukan hanya menyelenggarakan acara yang mempertemukan para penyandang dan pejuang isu disabilitas, LimbCare Center juga memberikan donasi produk alat bantu tubuh senilai total 25 juta rupiah kepada para peserta dan juga komunitas penyandang disabilitas. Harapannya acara ini dapat bermanfaat untuk sekitar dan dapat menjadikan isu disabilitas menjadi lebih inklusif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar