FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pemerintah Diingatkan Beri Atensi Khusus Cegah Covid-19 Usai Libur Tahun Baru

KBRN, Pontianak : Ahli Epidemiologi  Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin meminta liburan akhir tahun menjadi perhatian serius dalam pencegahan Pandemi Covid-19. Menurutnya, Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang, jika melihat pengalaman tahun lalu, libur akhir tahun akan meningkatkan mobilitas penduduk dan menimbulkan risiko penularan virus Corona. 

"Masyarakat tetap menggunakan masker dan prokes lainya terutama menghindari bepergian ketempat wisata dan tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang," kata Malik, Selasa (07/12/2021). 

Pemerintah pusat dan  daerah harus memiliki komitmen dalam pengaturan dan pengelolaan semua tempat wisata.  Misalnya, akses dibuka namun dengan pembatasan.  Tempat wisata juga harus dipastikan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. 

"Saatnya juga pemerintah melakukan pengawasan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19," ujar Malik. 

Malik melanjutkan, pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi juga mesti dimaksimalkan. Seperti di tempat-tempat umum. Lalu lakukan pengawasan dan tracing pada masyarakat.

"Ini tercermin dengan baik dari kasus Covid-19 yang telah menurun jauh dibanding tahun sebelumnya. Ada keyakinan bahwa pelaksanaan tiga pilar upaya pencegahan Covid-19 telah baik dan konsisten," katanya. 

Malik juga menyarankan agar pemerintah daerah untuk memperketat masuknya orang asing ke Kalimantan Barat. 

Cara ini ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Seperti diketahui ditemukannya varian baru Covid-19. 

Sebagaimana disampaikan bahwa varian baru Omicron ditemukan di Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021. Berdasarkan penelitian awal, virus Ini lebih cepat pertumbuhannya. Bahkan juga kesulitan mendeteksi dengan PCR konvensional. 

"Pemerintah perlu mengetatkan pintu entry point orang masuk ke Indonesia. Ada baiknya membatasi Airport yang bisa menerima orang asing serta melakukan karantina yang diperketat dan tidak lagi cukup tiga hari," ungkapnya. 

"Perlu dilakukan monitor ketat terhadap keseharian orang asing yang masuk ke Indonesia hingga ke Kalimantan Barat. Mulai dengan memantau suhu, hingga melakukan PCR test kembali saat karantina. Lakukan ditempat yang dapat dipantau oleh Satgas Penanganan Covid," tutup Malik. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar