Memilih Lampu yang Aman untuk Kesehatan Mata

KBRN, Pontianak : Lampu adalah sebuah alat cukup vital untuk penerangan. Tetapi memilih lampu penerangan tidaklah sembarangan karena suka atau didasarkan pada pilihan warna dan intensitas. Sehingg cukup disayangkan, jika kesehatan mata jarang sekali menjadi pertimbangan saat seseorang membeli lampu untuk penerangan di rumah.

Mengutip artikel klik dokter Kamis (2/12/2021), berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Australian National University, dikatakan bahwa paparan berlebihan pada bola lampu yang sangat terang selama lebih dari 45 jam dalam seminggu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata seperti katarak dan pterigium, alasan yang mendasari terjadinya hal ini, di antaranya:

  • Flicker

Sinar yang dipancarkan oleh lampu memiliki sifat flicker atau berkedip. Tidak semua orang memiliki toleransi terhadap hal ini. Bagi orang yang sensitif terhadap cahaya, kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan pada mata yang memicu gangguan penglihatan.

  • Sinar biru

Lampu bisa memancarkan sinar biru yang bersifat tidak baik bagi kesehatan mata, karena dapat menimbulkan toksisitas pada saraf mata atau retina. Selain itu, paparan sinar biru juga dapat meningkatkan risiko terbentuknya katarak.

Paparan sinar biru secara berlebihan juga dapat menimbulkan kesulitan untuk tidur, meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula hingga meningkatkan risiko kanker mata.

·  Sinar ultraviolet

Setiap lampu memiliki pancaran sinar ultraviolet dengan kadar yang berbeda. Pada jenis lampu yang berbentuk spiral, intensitas sinar ultraviolet yang dipancarkan bisa melebihi batas toleransi sehingga dapat mengganggu kesehatan mata dan bersifat karsinogenik (memicu kanker).

·  Toksin

Meski tidak seluruh lampu mengadung merkuri, namun beberapa jenis lampu tetap memiliki kandungan toksin timbal, arsen dan sejumlah racun lain yang harus diwaspadai.

Dengan banyak variasi bola lampu yang ada,  sebaiknya memilih jenis yang memiliki kriteria berikut agar kesehatan mata tetap terjaga.

  • Hindari Menggunakan Bola Lampu Berwarna Putih Terang

Jenis bola lampu seperti ini merupakan yang paling sering digunakan, karena tergolong murah dan mudah untuk ditemukan. Namun, jenis bola lampu yang berwarna putih terang cenderung memancarkan sinar berwarna kebiruan yang dapat mengganggu kesehatan mata.

  • Sebaiknya Menggunakan Lampu Pijar, LED atau Halogen

Terdapat beberapa jenis lampu yang tergolong aman bagi kesehatan mata, seperti lampu pijar, lampu LED dan lampu halogen. Boleh memilih lampu Compact Fluorescent Lamp (CFL) berwarna putih untuk menerangi ruang kerja. Namun, harus tetap ingat bahwa lampu jenis ini tetap dapat memancarkan sedikit sinar ultraviolet (UV).

Mencegah Dampak Buruk Lampu pada Kesehatan Mata

Meski memiliki dampak negatif yang dapat memengaruhi kesehatan mata, lampu sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan agar penggunaan lampu tidak mengganggu kesehatan mata:

  • Untuk menjaga kualitas tidur, sebaiknya hindari sumber sinar biru 1–2 jam sebelum tidur.
  • Saat bekerja di kantor, usahakan menggunakan sumber cahaya alami dari sinar matahari dengan duduk di dekat jendela. Jika dapat memilih jenis lampu yang digunakan, sebaiknya menggunakan lampu pijar atau halogen.
  • Dalam mengatur pencahayaan di rumah, tetap andalkan sinar matahari dengan membuka jendela dan lebih sering beraktivitas di luar ruangan.
  • Penggunaan kacamata yang dapat membatasi paparan sinar biru dapat membantu melindungi dan menjaga kesehatan mata.
  • Jaga asupan gizi agar kesehatan mata tetap terjaga dengan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan karoten, seperti wortel.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar