Perkuat Program Pembangunan Keluarga, BKKBN Gandeng Kemenag Atasi Stunting

KBRN, Pontianak : Memorandum of Understanding (MoU) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan Kementerian Agama semata untuk penguatan program pembangunan keluarga yang ada di daerah-daerah, khususnya untuk percepatan  penuruanan stunting.

“Implementasi di lapangan nantinya Kementerian agama akan memberikan dukungan  kepada para PLKB dan OPDKB untuk melakukan berbagai langkah,”harap Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Pusat,  Sukaryo Teguh Santoso  saat Kunjungannya di Pontianak Kalimantan  Barat (1/12).  Antara lain bagaimana melakukan pembinaan terhadap calon penganten yang sangat perlu diberikan ilmu tentang perencanaan keluarga dan Kesehatan reproduksi.

“Kaitannya dengan dengan percepatan penurunan stunting  calon penganten itu akan menentukan, apakah nanti  akan kwain, hamil dan melahirkan bayi stunting atau tidak tergantung sebelum nikah ini, maka  intervensi atau konkrit di lapangannya adalah minimal tiga bulan yang akan menikah bisa didatangi oleh para kader, kemudian dilakukan edukasi didorong agar bisa diperiksakan, antara lain berat badannya, lingkar lengan atasnya, termasuk juga Hg nya,”jelas Sukaryo Tegus Santoso.

Depiti Admin BKKBN Pusat ini menekankan komitmennya itu, karena ketiganya itu jangan sampai begitu menikah ternyata ada kekurangan energi kronis  pada ibunya dan itu sangat berdampak terhadap janin yang dikandungnya. Tentu saja suaminya juga  harus sehat fisik dan mentalnya, sementara di lapangan yang akan melakukan adalah para tim pendamping  keluarga./

“Alkhamdulilah untuk Kalimantan Barat, tim pendamping keluarga sudah 100 persen terbentuk dari target yang ada yaitu sekitar 12 ribu personil yang merupakan tim pendamping keluarga yang komposisinya ada bidan, PKK dan para kader KB, “tutur Sukaryo.

Selain Kementerian agama, BKKBN juga memfasilitasi PUPR untuk memitigasi apakan rumah layak huni atau tidak dan sabagainya yang semata untuk melihat kebenarannya, termasuk layak tiodaknya akses sanitasi dan air minum.

“Saya optimis kemungkinan nanti  berbagai Kementerian lain juga akan memanfaatkan data keluarga yang dimiliki BKKBN,”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar