Percepat Penurunan Stunting Secara Hilistik, Integratif dan berkualitas

KBRN, Pontianak : Keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya penurunan Stunting di Kalbar, menindaklanjutinya dengan menggelar Rakor Kebijakan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi bertempat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (27/10/2021).

Pada sambutan Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang dibacakan Asisten Administrasi dan Umum Sekda, Sekundus, S.Sos.,M.M yang sekaligus membuka secara resmi Rakor ini mengatakan, Penanganan Stunting ini harus dilaksanakan secara holistik integratif dan berkualitas melalui koordinasi sinergitas dan singkronisasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa serta pemangku kepentingan.

Kalimantan Barat dengan luas wilayah 147.307 Km² atau 1,13 kali luas Pulau Jawa dari 14 Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 semester II berjumlah sekitar 5.440.030jiwa, dimana 2.800.189 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 2.639.841 jiwa adalah perempuan. Dengan luas wilayah 147.307 Km2, maka kepadatan penduduk Kalimantan Barat tahun 2019 adalah 37 jiwa perkilometer persegi. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh terhadap bidang kesehatan di Kalimantan Barat dimana data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) 2021 menunjukkan per 11 Oktober 2021 gizi buruk terdapat 4.258 balita dan gizi kurang 14.337 balita hal ini menunjukkan perlunya komitmen yang kuat dari semua pihak serta diperkuat dengan Sumber Daya yang memadai dalam membantu penurunan Stunting di Kalimantan Barat.

Stunting dapat terjadi akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, pemenuhan gizi dan kesehatan pada Ibu hamil perlu dapat perhatian. Dengan demikian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat dapat mengoptimalkan dan mensinergikan perannya secara lintas sektoral maupun membaca situasi dan kondisi terlebih masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini masih terus berupaya untuk melakukan penanggulangan Stunting di Kalimantan Barat.

Percepatan penurunan Stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi fesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas melalui kerjasama multi sektor di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Penanganan Stunting merupakan tanggung jawab kita bersama tidak hanya pemerintah tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Mari Kita Cegah Stunting di Kalimantan Barat semua bisa terlaksana kalau semua masyarakat yang ada ikut terlibat.

Kegiatan ini adalah merupakan momentum yang tepat untuk dijadikan penguatan komitmen yang solid serta hubungan kemitraan yang lebih harmonis antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta stacholder terkait guna melakukan percepatan pembangunan di bidang Kesehatan di Provinsi Kalimantan Barat. Keterpaduan program dan kegiatan yang sejalan serta penerapannya yang efektif akan berdampak positif terhadap pelaksanaan koordinasi.

Ditempat yang sama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalimantan Barat, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes selaku pihak penyelenggara melaporkan, Tujuan dari rakor ini adalah untuk membahas isu isu strategis yang berkembang terkait permasalahan kesehatan yang terjadi di masyarakat serta upaya upaya penanganan nya..

Selain itu menyamakan persepsi tentang program dan kegiatan di bidang kesehatan khususnya gizi masyarakat sehingga kegiatan dan program yang ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sejalan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan terwujudnya koordinasi sinkronisasi evaluasi penyelenggaraan kebijakan program bidang kesehatan serta memperkuat sinergritas pelaksanaan program bidang kesehatan antara Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, Katanya.

Disampaikannya juga sebagai pemateri pada rakor ini adalah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat.

Adapun Peserta terdiri dari OPD se Kalimantan Barat yang terkait dengan bidang kesehatan khususnya penanganan Stunting, Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Perguruan Tinggi dan Organisasi Masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00