FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Dinkes Kota Pontianak Lakukan Upaya Terukur untuk Capai Target Vaksinasi

KBRN, Pontianak : Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu memastikan Vaksinasi Covid-19 terus digenjot untuk mencapai target herd immunity. Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, pihaknya menjalankan layanan jemput bola bukan untuk penyuntikan, namun untuk mendata masyarakat yang ingin divaksin. ”Sudah dilakukan teman-teman di puskesmas. Masuk ke gang-gang, melakukan survei ke masyarakat yang ingin divaksin,” kata Sidiq di Pontianak. 

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan ke masyarakat. Jika masyarakat mau divaksin lanjut Sidiq, maka pihaknya akan menyerahkan kartu atau formulir pendaftaran. Dari formulir disepakati waktu dan tempat vaksinasi bagi masyarakat. Selain puskesmas, PMI Kota Pontianak juga melakukan hal serupa.

“Jadi bukan vaksinasi massal yang dipanggil dalam jumlah besar ke tempat tertentu, melainkan pendekatan ke masyarakat. Jika disepakati kapan mau divaksin, akan kami datangi,” ujar Sidiq. 

Upaya jemput bola untuk meningkatkan capaian vaksinasi tidak hanya dikawasan pemukiman masyarakat. Upaya itu juga dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan, seperti di Pasar Kapuas Indah.

Sidiq menyebutkan, sebagian besar pedagang mau divaksin namun terbentur waktu untuk datang-datang ke sentra pelayanan vaksinasi. 

“Pedagang dalam jumlah besar tidak sempat mendatangi sentral vaksinasi, sehingga jemput bola,” jelasnya. 

Menurut Sidiq pihaknya masih memiliki waktu dua pekan untuk meningkatkan capaian vaksinasi. Sementara sesuai data tanggal 12 Oktober 2021, capaian vaksinasi di Kota Pontianak sebesar 58,25 persen dari target sebanyak dari target 473 ribu jiwa.

“Kami bekerja keras dalam dua minggu terakhir, untuk mencapai target vaksinasi pertama pada akhir Oktober 2021. Kami mulai dengan pendataan, formulir dibagi saat mendatangi rumah dan itu upaya terakhir yang kami lakukan,” sebut Sidiq.

Meski demikian dilanjutkannya, pelayanan vaksinasi massal bekerjasama dengan organisasi sosial maupun profesi masih tetap berjalan. Sebagai contoh, vaksinasi massal yang bekerjasama dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Ikatan Keluarga Besar Madura.

“Mereka akan mencari sasaran dan akan mengumpulkan massanya masing-masing. Tempatnya dimana dan yang disepakati, maka akan kami datangi,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak mengapresiasi respon masyarakat yang mau divaksin meski tidak sempat datang ke sentra pelayanan vaksinasi. Namun masih ada masyarakat yang menolak vaksinasi meski sudah dilakukan jemput bola.

“Kami tidak bisa memaksa 100 persen agar mau divaksin. Sekarang kami hanya mempermudah pelayanan saja dulu,” jelas Sidiq.

Namun ia mengingatkan pelayanan vaksinasi masih berbasis Nomor Induk Kependudukan. Sebab NIK itu digunakan untuk masuk ke aplikasi lindungi agar bisa mendapatkan sertifikat vaksin. 

“Sebenarnya dari aspek pencegahan penyakit tak masalah secara manual kemudian disuntik tapi dari aspek kebutuhan administratif, khususnya untuk yang bersangkutan, tidak ada manfaatnya. Siapa tahu yang bersangkutan akan pergi, perlu data sudah divaksin, sementara jika tidak ada NIK-nya, maka tidak mendapatkan sertifikat vaksin,” jelas Sidiq. 

Dinas Kesehatan Kota Pontianak sendiri, ditarget telah  mencapai  vaksinasi pertama di Kota Pontianak ditargetkan harus sudah 70 persen pada akhir Oktober 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00