Pernikahan Muda Penyumbang Terbesar Kasus Stunting

KBRN, Pontianak : Total Capaian Pendataan Keluarga Provinsi Tahun 2021 Kalimantan Barat sebesar 1.080.708 Kepala Keluarga (KK) atau 85,60% dari target. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Tenny C. Soriton saat kegiatan Sosialisasi Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 bersama Kelompok sebesar Sasaran Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Gedung Aula BP Paud Dan Dikmas Kantor Kecamatan Jungkat Kabupaten Mempawah tempat kegiatan berlangsung, Minggu (26/9/2021).Tenny C. Soriton mengungkapkan, untuk Kabupaten Mempawah jumlah keluarga yang berhasil didata adalah 55.129 Kepala Keluarga atau sebesar 87,19% dari target sebesar 63.228 Kepala Keluarga.

"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah atas komitmen dan dukungan terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana, khususnya Pendataan Keluarga di Kabupaten Mempawah yang berjalan dengan sukses, ungkap Tenny C. Soriton.

Disampaikannya juga bahwa Sosialisasi PK2021 ini adalah inisiasi Anggota DPR RI dari Komisi IX Dapil Kalbar 1 Bapak Alifudin, SE.,MM yang merupakan Mitra Kerja BKKBN, Kata Tenny C Soriton.

Kegiatan Kemitraan BKKBN - Komisi IX DPR RI merupakan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.Sesuai fungsinya, BKKBN berperan sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang mendapat tugas dalam penyelenggaraan program Bangga Kencana, adapun DPR RI menjalankan fungsi pengawasan sebagai lembaga legislatif, Terang Tenny C Soriton.

Selanjutnya, acara Sosialisasi ini juga dihadiri langsung Anggota DPR RI dari Komisi IX Dapil Kalbar 1, Bang alif sapaan akrab H. Alifudin, SE, MM., dan menyampaikan harapannya kepada masyarakat agar dalam membina keluarga harus direncanakan, sebelum menikah juga harus rencanakan agar tidak ada pernikahan muda, maka perlu direncanakan semuanya dan harus di data disetiap keluarga", Harap bang alif.

Disamping itu menurut bang alif pernikahan muda itu merupakan penyumbang terbesar kasus terpaparnya Stunting dimana untuk Kalimantan Barat cukup tinggi Kasus Stunting nya termasuk delapan besar di seluruh Indonesia, Katanya.

Ditempat yang sama Eli Kusnaeli PKB Ahli Utama BKKBN yang hadir mewakili Plt Deputi Adpin BKKBN mengatakan, "Penduduk itu akan menjadi penduduk yang solid yang berdaya saing dan kuat dimulai dari Keluarga".

"Kalau pembangunan keluarga dilakukan, penduduknya ingin berkualitas, sehat, cerdas, berakhlak baik dan mulia maka Keluarga Berencana itu harus dilakukan karena itu bagian penting bagaimana setiap keluarga bisa mendidik anaknya secara baik.

Ditambahkannya, Keluarga Berencana itu mengatur bagaimana jarak dan jumlah anak yang dilahirkan. Dengan ilmu dan teknologi semua bisa kita ikhtiarkan salah satunya menggunakan alat kontrasepsi. "Jadi intinya bukan mengurangi jumlah penduduk tetapi bagaimana penduduk itu sehat dan bisa berdaya saing dan Keluarga Berencana itu merencanakan keluarga dengan baik", Ungkap Eli Kusnaeli.

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah dan dihadiri Camat Jungkat Kabupaten Mempawah serta para Kader, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.(by/humas)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00