Ini Penyebab PPKM 3 Kabupaten Kota Di Kalbar Masih Di Level 3

KBRN, Pontianak: Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2021 per 20 September 2021 menyatakan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 3 daerah dari 14 kabupaten kota di Kalbar masih berada Level 3. Diantaranya Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Kayong Utara.

Penyebab tiga kabupaten kota masih berada di Level 3, seperti di Kota Pontianak, dikarenakan masih tingginya kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sekitar 8,20 per 100.000 penduduk yang di rawat di rumah sakit.

“Sedangkan, Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit di Kota Pontianak sudah turun sekitar 19,31 persen dari 642 tempat tidur, terdapat 124 tempat tidur yang masih digunakan untuk merawat pasien Covid-19 maupun suspek Covid 19. Sementara, di Sambas, karena capaian vaksinasi masih rendah, dan Kayong Utara itu, masih rendah tracingnya. Seharusnya per 1 kasus, tracing minimal 14 orang,” ujarnya Selasa (21/09/2021).

Harisson menambahkan, selain dari 3 daerah kabupaten kota di Kalbar masih berada di Level 3, terdapat 11 kabupaten kota masuk dalam status PPKM Level 2. Diantaranya, Kabupaten Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Bengkayang, Landak, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, Kuburaya dan, Kota Singkawang. 

Dari hasil evaluasi pihaknya terhadap PPKM di Kalbar, Harisson mengutarakan, cenderung menurun, mulai dari Level 4 turun menjadi Level 3 dan saat ini menuju Level 2. Meskipun demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat, pemerintah daerah yang berada di status PPKM Level 2 agar waspada ancaman serangan varian baru Mu dan Lamda yang diperkirakan terjadi lonjakan Gelombang ketiga pada Desember 2021.

“Varian Mu dan Lambda ini tingkat keparahan bisa lebih panjang 4 hingga 5 bulang, dibandingkan Varian Delta kemarin. Khawatirnya, jika kita tidak disiplin menjaga protokol kesehatan dalam hidup berdampingan dengan virus corona ini, maka kita akan mengalami lonjakan kasus seperti pada bulan Juni hingga Juli kemarin,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00