Akurat kah Hasil Rapid Test Antigen?

KBRN, Pontianak : Setelah proses pengambilan sampel selesai, pasien yang menjalani rapid test antigen dapat langsung mengetahui hasilnya sekitar 20 menit. Hasil rapid antigen bisa berupa positif, yaitu terdeteksi adanya antigen; atau negatif, yaitu tidak terdeteksi adanya antigen.

Pasien yang mendapatkan hasil tes rapid antigen positif mungkin akan disarankan untuk:

Melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, mengonsumsi obat-obatan, baik untuk mengobati penyakit, meredakan gejala, maupun mencegah komplikasi atau memeriksakan diri kembali ke dokter bila gejala memburuk. 

Kemudian, apa risiko Rapid Test Antigen?

Pemeriksaan rapid test antigen sangat jarang menimbulkan efek samping atau komplikasi serius. Pasien mungkin hanya akan merasa sedikit tidak nyaman saat alat swab masuk ke dalam hidung dan tenggorokan atau merasa sedikit nyeri saat jarum ditusukkan ke ujung jari.

Selain itu, perlu diketahui bahwa hasil tes rapid antigen bisa positif palsu atau negatif palsu. Positif palsu berarti tes menunjukkan hasil positif, padahal tidak ada antigen di dalam sampel yang diperiksa. Sebaliknya, negatif palsu menunjukkan hasil negatif, padahal ada antigen di dalam sampel yang diperiksa.

Hasil negatif palsu bisa membuat pasien lengah untuk melakukan pencegahan penyebaran penyakit, sedangkan hasil positif palsu bisa membuat pasien cemas akan kesehatannya. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk tidak menyimpulkan hasil rapid test antigen sebagai diagnosis tanpa konfirmasi dari dokter.

Dikutip dari situs Alodokter.com 

Ditinjau oleh : dr. Meva Nareza.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00